Dewan Jatim Sebut Pemadaman Listrik Bergilir Ancam Ekonomi Rakyat

  • 23 Jun 2026 14:55 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah daerah di Jawa Timur dinilai berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat. Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Khusnul Khuluk, meminta pemerintah dan PLN segera mengambil langkah cepat untuk mengatasi persoalan tersebut agar kerugian masyarakat tidak semakin meluas.

Khusnul, Selasa 23 Juni 2026 mengatakan dampak pemadaman listrik tidak hanya dirasakan rumah tangga, tetapi juga sektor-sektor produktif yang menjadi sumber penghidupan masyarakat. Menurutnya, peternak, pelaku UMKM, dan berbagai usaha kecil sangat bergantung pada pasokan listrik untuk menjalankan aktivitas usaha mereka.

“Pemadaman listrik secara bergiliran ini memang sangat berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat. Dampaknya dirasakan langsung oleh peternak, pelaku UMKM, dan berbagai usaha kecil yang bergantung pada pasokan listrik,” ujar Khusnul.

Ia mencontohkan sektor peternakan ayam modern yang banyak menggunakan sistem otomatis berbasis listrik untuk mengatur suhu kandang, ventilasi udara, hingga kebutuhan pakan ternak. Gangguan pasokan listrik, kata dia, dapat menimbulkan risiko besar apabila genset cadangan mengalami kendala saat pemadaman berlangsung.

“Di peternakan ayam misalnya, banyak yang menggunakan sistem khusus berbasis listrik. Ketika listrik padam dan terjadi gangguan pada genset, maka ayam-ayam bisa banyak yang mati. Ini tentu sangat meresahkan peternak karena kerugiannya tidak sedikit,” katanya.

Selain peternakan, Khusnul juga menyoroti dampak pemadaman terhadap pelaku UMKM. Menurutnya, banyak usaha rakyat yang mengandalkan listrik sebagai penunjang utama operasional, termasuk usaha kedai kopi yang menggunakan berbagai peralatan berbasis tenaga listrik.

Khusnul mendesak pemerintah segera menuntaskan akar persoalan penyebab pemadaman bergilir, baik yang berkaitan dengan pasokan batu bara, gangguan sistem kelistrikan, maupun faktor cuaca. “Ini harus terus disuarakan sampai ke Pak Presiden. Biar beliau tahu bahwa yang terjadi di bawah bukan hanya sekadar lampu padam, tetapi berpengaruh langsung terhadap perekonomian masyarakat bawah,” tegasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....