Pakar Ekonomi: Konflik Iran-AS Tekan Ketahanan Energi
- 02 Apr 2026 15:41 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya -Ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat dinilai berdampak pada ketahanan energi Indonesia. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, Prof. Rudi Purwono, mengatakan kondisi ini terutama berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) nasional.
Rudi Purwono mengatakan produksi minyak domestik masih terbatas. “Produksi minyak kita tidak sampai sekitar 600 ribu barel per hari,” ujar Pakar Ekonomi, Kamis, 2 April 2026.
Sementara itu, kebutuhan konsumsi BBM nasional jauh lebih besar. “Konsumsi kita hampir mendekati 2 juta barel per hari,” katanya.
Ia menegaskan, kekurangan pasokan tersebut masih dipenuhi melalui impor. “Kondisi kita saat ini masih bergantung pada impor minyak,” ucapnya.
Menurutnya, sebagian besar impor minyak Indonesia berasal dari kawasan Timur Tengah. Hal ini disebabkan kesesuaian karakteristik minyak dengan kilang dalam negeri.
“Secara struktural, minyak dari Timur Tengah cocok diolah kilang Indonesia,” ucapnya. Namun, kondisi ini juga menjadi tantangan tersendiri.
Rudi menjelaskan, diversifikasi sumber impor tidak bisa dilakukan secara sembarangan. “Minyak dari negara lain belum tentu langsung cocok dengan kilang kita,” katanya.
Ia menambahkan, setiap jenis minyak memiliki karakteristik berbeda dalam proses pengolahan. Penyesuaian teknologi kilang menjadi faktor penting dalam menentukan sumber impor.
“Perlu penyesuaian dalam proses pengolahan meskipun sama-sama minyak,” katanya. Oleh karena itu, langkah strategis perlu dilakukan pemerintah.
Rudi menyarankan pemerintah mencari alternatif negara pemasok dengan karakteristik minyak serupa. “Itu menjadi pilihan terbaik untuk menjaga stabilitas pasokan BBM,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....