Bisnis Pelajar SMA Kreatif Raih Cuan Industri Kreatif
- 30 Mar 2026 19:11 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Semangat kewirausahaan di kalangan pelajar semakin menunjukkan geliat positif. Tak hanya fokus pada pendidikan formal, sejumlah siswa SMA kini mulai mengembangkan bisnis kreatif sebagai upaya mencari peluang cuan di tengah berkembangnya industri kreatif.
Dalam program “Beranda Asta Cita – Rumah UMKM” Pro 1 Surabaya, Senin, 30 Maret 2026, dua pelaku bisnis muda sekaligus siswi SMAN 16 Surabaya, Annisa Donti Putri dan Almira Qory Batrisyia, membagikan pengalaman mereka mengembangkan usaha sejak duduk di bangku SMA.
Annisa menyampaikan bahwa bisnis berbasis kreativitas menjadi peluang besar bagi pelajar saat ini. Sebab, saat ini pelajar SMA tidak hanya belajar di kelas saja, tapi juga diberikan tugas project, sehingga mereka bisa memulai bisnis kecil-kecilan. Salah satunya seperti photo box yang sedang tren saat ini, karena banyak diminati anak muda untuk mengabadikan momen.
“Bisnis photo box kini menjadi contoh bagaimana tren visual dan media sosial dimanfaatkan sebagai peluang usaha di industri kreatif. Banyak anak muda yang menjadikan foto tidak hanya sekadar foto saja, tetapi juga ada kenangan yang bercerita dalam tiap jepretannya,” jelasnya
Sementara itu, Almira menambahkan bahwa inovasi produk menjadi kunci agar bisnis pelajar mampu bersaing. Ia mencontohkan produk tumbler multifungsi yang dirancang lebih praktis untuk kebutuhan sehari-hari.
“Tumbler ini tidak hanya untuk minum, tapi juga dilengkapi tempat obat di bagian bawah. Jadi lebih praktis, terutama bagi yang punya rutinitas padat agar tidak lupa minum obat,” jelasnya.
Produk tersebut dipasarkan dengan sistem open pre-order (PO) dengan harga sekitar Rp160 ribu per unit. Tak hanya itu, inovasi lain juga hadir melalui produk alat makan ramah lingkungan berbahan kayu jati dan kayu mahoni. Produk ini meliputi sendok, garpu, hingga sumpit yang ditawarkan dengan harga mulai dari Rp35 ribu hingga Rp57 ribu. Selain fungsional, penggunaan bahan alami dinilai lebih ramah lingkungan dan mendukung gaya hidup berkelanjutan.
“Sekarang konsumen juga mulai peduli lingkungan. Jadi produk seperti alat makan kayu punya nilai tambah, bukan hanya dari fungsi tapi juga dari sisi eco-friendly,” jelasnya.
Pengembangan bisnis sejak usia sekolah dinilai mampu melatih kreativitas, manajemen, hingga kepercayaan diri. Hal ini juga didukung oleh berbagai ajang kewirausahaan pelajar yang mendorong lahirnya ide bisnis inovatif dan berkelanjutan di kalangan generasi muda .
Melalui berbagai inovasi tersebut, pelajar tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen yang mampu menciptakan peluang ekonomi baru. Ke depan, bisnis muda diharapkan terus berkembang dan memberikan dampak nyata, baik secara ekonomi maupun sosial di tengah masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....