Ribuan Mahasiswa Ikuti Kompetisi Solusi Kemasan Berkelanjutan Nestlé Indonesia

  • 05 Mar 2026 07:47 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Jakarta - Sebanyak 3.600 lebih mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia mengikuti ajang #GreenGeneration Sustainability Business Case Competition yang digelar Nestlé Indonesia. Kompetisi ini mendorong mahasiswa merancang solusi pengelolaan kemasan yang lebih sirkular dan berkelanjutan.

Babak final berlangsung secara luring pada 16 Februari 2026. Presentasi dilakukan di hadapan dewan juri yang terdiri atas Founder & CEO Waste4Change M. Bijaksana Junerosano, CEO & Co-Founder Rekosistem Ernest Layman, Chair of the Management Board Indonesia Packaging Recovery Organization Reza Andreanto, serta Head of Packaging Nestlé Indonesia Emiliana Yulianti.

Kompetisi ini digelar di tengah tantangan pengelolaan sampah nasional. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), Indonesia menghasilkan lebih dari 37 juta ton sampah per tahun. Sekitar 19 persen di antaranya merupakan kemasan plastik. Namun, tingkat daur ulang baru mencapai sekitar 14 persen, sementara sekitar 40 persen sampah belum terkelola optimal.

SIPSN juga mencatat sekitar 30 persen sampah dikelola melalui sistem formal pemerintah daerah, sedangkan 58 persen rumah tangga belum memilah sampah secara konsisten. Kondisi tersebut dinilai menunjukkan perlunya pendekatan terpadu, mulai dari inovasi desain kemasan hingga penguatan sistem dan partisipasi masyarakat.

Technical Director Nestlé Indonesia, Antonio Prochilo, mengatakan keterlibatan mahasiswa menjadi bagian penting dalam mendorong lahirnya solusi berbasis riset.

“Kami melihat semangat dan pemikiran kritis para mahasiswa yang menghadirkan ide berbasis data. Perspektif mereka memperkaya diskusi dan mendorong pengembangan solusi yang relevan serta dapat diterapkan,” ujarnya, dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 5 Februari 2026.

Para pemenang Nestlé Indonesia #GreenGeneration Sustainability Business Case Competition berfoto bersama usai
rangkaian final dan pengumuman pemenang (Foto: Humas Nestle Indonesia)

Kompetisi mengusung tema “Building Circular and Sustainable Systems for Everyday Products”. Dari 1.355 tim yang mendaftar, proses seleksi mengerucut menjadi 20 tim finalis atau sekitar 60 mahasiswa. Selanjutnya dipilih lima tim terbaik untuk mempresentasikan gagasan pada babak puncak.

M. Bijaksana Junerosano, Founder & CEO Waste4Change, menilai keterlibatan generasi muda penting dalam menjawab persoalan lingkungan yang bersifat sistemik. “Inisiatif seperti ini membuka ruang kolaborasi antara dunia pendidikan, industri, dan pemerintah. Ide yang dibangun berbasis data dan pemahaman kondisi lapangan berpotensi memperkuat sistem pengelolaan sampah nasional,” katanya.

Tim Greenfluence yang meraih juara pertama mengusung proyek bertajuk “PackBack”. Perwakilan tim menyebut kompetisi tersebut memperluas pemahaman mereka tentang kompleksitas persoalan sampah.

“Kami melihat persoalan sampah bukan hanya isu kesadaran, tetapi juga sistem yang belum terintegrasi. Solusi yang kami rancang menitikberatkan integrasi teknologi dengan kondisi dan perilaku masyarakat,” ujarnya.

Lima tim terbaik memperoleh penghargaan dan dukungan pengembangan atas ide yang dipresentasikan. Penyelenggara menyatakan hasil kompetisi diharapkan dapat mendorong kontribusi generasi muda dalam penguatan sistem pengelolaan kemasan dan sampah di Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....