BPS Jatim Catat Ekspor Januari 2026 Tembus US$2,05 Miliar

  • 03 Mar 2026 10:43 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur mencatat nilai ekspor Jawa Timur pada Januari 2026 mencapai US$2,05 miliar atau naik 4,73 persen dibandingkan Januari 2025 sebesar US$1,96 miliar.

BPS Jatim menyebut peningkatan tersebut didorong oleh kinerja ekspor nonmigas yang tumbuh 5,24 persen dari US$1,94 miliar menjadi US$2,046 miliar. Sebaliknya, ekspor migas turun tajam 75,83 persen dari US$12,24 juta menjadi US$2,96 juta akibat turunnya ekspor minyak mentah sebesar 100 persen.

"Namun, jika dibandingkan Desember 2025, BPS mencatat ekspor Januari 2026 turun 25,90 persen dari US$2,77 miliar menjadi US$2,05 miliar," kata Statistisi Ahli Madya BPS Jatim Ika Rahayu Sri.

Dari sepuluh komoditas nonmigas terbesar, lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15) mencatat kenaikan tertinggi sebesar 35,33 persen menjadi US$224,82 juta. Komoditas ini paling banyak diekspor ke Tiongkok sebesar US$108,67 juta dan Malaysia sebesar US$20,06 juta.

Komoditas ikan, krustasea, dan moluska (HS 03) naik 24,93 persen menjadi US$116,06 juta. Tembakau dan rokok (HS 24) meningkat 23,96 persen menjadi US$93,34 juta. Berbagai produk kimia (HS 38) juga naik 10,73 persen menjadi US$91,82 juta.

"Sementara itu, tembaga (HS 74) mengalami penurunan terbesar 29,51 persen menjadi US$134,11 juta," ujarnya.

Secara kontribusi, sepuluh golongan barang utama menyumbang 63,98 persen terhadap total ekspor nonmigas dan tumbuh 5,75 persen dibandingkan Januari 2025.

Amerika Serikat menjadi tujuan utama ekspor nonmigas dengan nilai US$325,43 juta atau 15,90 persen dari total ekspor nonmigas. Disusul Tiongkok sebesar US$300,25 juta.

Total ekspor nonmigas ke 13 negara tujuan utama mencapai US$1,47 miliar atau 72,01 persen dari total ekspor nonmigas dan tumbuh 7,88 persen dibandingkan Januari 2025. Kenaikan signifikan terjadi pada ekspor ke Uni Emirat Arab yang melonjak 102,63 persen serta Tiongkok yang naik 22,98 persen.

Menurut kawasan, ekspor ke ASEAN mencapai US$381,85 juta atau turun 17,86 persen dibandingkan Januari 2025. Sementara ekspor ke Uni Eropa mencapai US$139,81 juta atau naik 15,12 persen.

BPS mencatat sektor industri pengolahan mendominasi ekspor nonmigas dengan nilai US$1,96 miliar atau naik 6,87 persen dibandingkan Januari 2025. "Sektor ini berkontribusi 95,92 persen terhadap total ekspor nonmigas." katanya.

Sektor pertanian mencatat ekspor US$76,36 juta atau turun 24,45 persen. Sementara sektor pertambangan dan lainnya naik 3,42 persen menjadi US$4,29 juta.

Rekomendasi Berita