Penggunaan AI Makin Pesat, AMD Pastikan Terikat Etika

  • 11 Feb 2026 17:48 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang semakin pesat dinilai mengubah berbagai aspek kehidupan, termasuk pola penggunaan perangkat komputasi dan potensi penciptaan nilai bisnis baru. Namun, AMD memastikan bahwa penggunaan teknologi AI pada perangkat AMD tidak bisa dilepaskan dari etika dan nilai-nilai budaya lokal yang tetap jadi acuan, yang telah disampaikan pada mitra atau pembuat softwarenya.

"Kita pastikan bahwa AMD tetap melakukan pembatasan-pembatasan penggunaan AI agar tetap berpijak pada etika dan norma umum masyarakat,'' ujar Consumer Business Development Manager AMD Indonesia, Armawati Cen, dalam acara media briefing di Surabaya, Rabu, 11 Februari 2026.

Dijelaskan Armawati Cen, agar pemahaman etika dalam penggunaan teknologi AI dapat berjalan maksimal, maka pihaknya menilai perlu diimbangi dengan literasi AI, terutama terkait keamanan data, cara kerja fitur, manfaat, serta risikonya. Untuk mendorong pemahaman tersebut, AMD menggelar edukasi peran AI dalam era digitalisasi sekaligus memperkenalkan implementasi teknologi AI pada perangkat komputasi berbasis prosesor terbaru mereka.

“AMD ingin semakin mendekatkan diri kepada pengguna, salah satunya melalui edukasi bagaimana meningkatkan produktivitas dengan fitur AI yang tersemat dalam prosesor AMD Ryzen AI terbaru,” ujarnya.n tersebut.

Menurutnya, integrasi inovasi perangkat keras dan lunak AI kini menjadi fondasi pengalaman penggunaan PC modern, baik melalui pemrosesan lokal di perangkat maupun layanan berbasis cloud. “Perpaduan inovasi teknologi dan fitur AI menghadirkan kinerja yang lebih andal, efisien, aman, sekaligus memberikan pengalaman gaming yang lebih imersif,” katanya.

AMD menjelaskan, teknologi AI pada CPU, GPU, dan Neural Processing Unit (NPU) dalam lini AMD Ryzen™ AI memungkinkan distribusi beban kerja komputasi secara efisien. Pemrosesan AI juga dapat dilakukan secara lokal di perangkat tanpa harus bergantung pada koneksi server eksternal, sehingga meningkatkan privasi dan responsivitas sistem.

Prosesor Ryzen AI 300 Series

AMD turut memperkenalkan prosesor Ryzen™ AI 300 Series berbasis arsitektur “Zen 5” yang dirancang untuk notebook tipis dan ringan dengan performa komputasi tinggi. Prosesor ini mendukung hingga 12 core dan 24 thread, grafis terintegrasi Radeon™ 800M berbasis RDNA 3.5, serta NPU dengan kemampuan hingga 50 TOPS untuk mendukung fitur Copilot+ PC.

Kemampuan tersebut memungkinkan perangkat menjalankan model generative AI dan large language model secara lokal, sekaligus meningkatkan efisiensi multitasking, kreasi konten, produktivitas, dan gaming.

AMD juga menambahkan fitur teknologi seperti AMD Fluid Motion Frame (AFMF) 2 untuk meningkatkan frame rate gim serta Variable Graphics Memory yang memungkinkan pengaturan VRAM grafis terintegrasi hingga 24GB.

Selain performa, AMD menekankan aspek efisiensi daya, responsivitas AI berbasis privasi lokal, serta dukungan grafis untuk pengalaman gaming kelas AAA sebagai keunggulan utama prosesor ini.

Prosesor Ryzen AI Max Series

Selain itu, AMD memperkenalkan Ryzen AI Max Series yang menyasar kreator dan pengguna profesional dengan performa level workstation. Prosesor ini menawarkan hingga 16 core CPU “Zen 5”, grafis RDNA 3.5 hingga 40 unit komputasi, serta NPU XDNA™ 2 dengan kemampuan pemrosesan AI hingga 50 TOPS.

AMD menyebut varian Ryzen AI Max+ 395 mampu menjalankan model AI skala besar secara lokal pada PC konsumen, yang sebelumnya hanya tersedia pada sistem kelas pusat data. Dukungan memori terintegrasi hingga 128 GB juga memungkinkan pemrosesan model AI berukuran besar untuk kebutuhan multitasking maupun komputasi lanjutan.

Melalui inovasi ini, AMD menilai perkembangan AI akan terus mengubah lanskap komputasi personal, dengan perangkat yang semakin cerdas, responsif, serta mampu memproses beban kerja AI secara mandiri di sisi pengguna.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....