Lion Parcel Bidik Ekspansi Hub Internasional Lewat Penerbangan

  • 10 Feb 2026 14:56 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Lion Parcel membidik perluasan jaringan logistik internasional setelah membuka hub perdana di Malaysia. Hub tersebut saat ini masih dalam tahap penyempurnaan operasional.

Chief Marketing Officer Lion Parcel, Kenny Kwanto, mengatakan ekspansi hub luar negeri tidak mudah. Tantangan utama berasal dari perbedaan budaya dan operasional tiap negara.

“Kalau kota selanjutnya, ketika ada penerbangan Lion Air Group, kami ingin punya hub di sana,” ujar Kenny.

 Ia menambahkan proses penyiapan hub luar negeri tidak sesederhana di dalam negeri. Kenny menyampaikan pernyataan tersebut dalam Media Luncheon Lion Parcel di Surabaya pada Selasa, 10 Februari 2026.

Saat ini, layanan lintas negara Lion Parcel masih fokus dari Indonesia ke Malaysia. Segmen pasar terbesar berasal dari tenaga kerja Indonesia di Malaysia.

“Banyak sekali yang mengirim paket gado-gado, ada baju, tempe kering, sampai tolak angin,” kata Kenny. Paket tersebut mencerminkan kebutuhan personal pekerja migran.

Arus pengiriman dari Malaysia ke Indonesia masih dalam tahap eksplorasi. Kebutuhan pengiriman didominasi layanan jasa titip.

Produk yang banyak dikirim berupa makanan bermerek dan produk kesehatan. “Masih seputar itu,” ujar Kenny menegaskan.

Ia menyatakan fokus perusahaan pada 2026 diarahkan pada peningkatan keandalan layanan. Lion Parcel dinilai unggul dari sisi kecepatan berkat dukungan maskapai penerbangan dengan Jangkauan layanannya saat ini mencapai 98 persen wilayah.

“Nanti saat Ramadan, layanan diharapkan lebih terjaga ketika peak season,” kata Kenny. 

Dari sisi operasional, perusahaan memperkuat hub di seluruh Indonesia. Penguatan dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan.

Lion Parcel juga menyiapkan armada last mile dan pengiriman antarhub. Armada tersebut dilengkapi sistem pelacakan terintegrasi.

“Kami juga menambah sumber daya manusia untuk customer experience,” jelasnya. Perusahaan terus melakukan perbaikan layanan berkelanjutan.

Selain itu, kapasitas sistem dan bandwidth turut ditingkatkan. Langkah tersebut untuk menghadapi lonjakan pengiriman pada 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....