APBN Jatim Tunjukkan Kinerja Anggaran Positif

  • 10 Feb 2026 07:01 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Realisasi Pendapatan Negara mencapai Rp253,32 triliun atau 88,97% dari target sebesar Rp284,72 triliun. Terdiri dari Penerimaan Perpajakan terealisasi sebesar 87,60% (Rp244,61 triliun) dari target Rp279,24 triliun dan PNBP telah melampaui target dengan capaian 158,95% (Rp8,71 triliun) dari target Rp5,48 triliun. 

Penerimaan Perpajakan terdiri dari Penerimaan Pajak pada Ditjen Pajak sebesar 109,90 triliun (85,54% dari target Rp128,48 triliun) dan penerimaan Kepabeanan dan Cukai Ditjen Bea Cukai sebesar Rp134,70 triliun (89,35% dari target Rp150,75 triliun). 

Realisasi Belanja Negara sampai dengan Desember 2025 sebesar Rp126,44 triliun atau 96,98% dari pagu Belanja Negara di Jawa Timur. Kinerja Belanja Negara terdiri dari Belanja K/L sebesar Rp44,39 triliun dan Transfer Ke Daerah (TKD) mencapai Rp82,04 triliun. 

Realsiasi Pendapatan Negara regional Jawa Timur lebih tinggi dibandingkan realisasi Belanja Negara sehingga menghasilak surplus anggaran sebesar Rp126,88 triliun. Kepala Kantor Perwakilan Kementerian Keuangan Jawa Timur, Saiful Islam menyampaikan bahwa sampai dengan Desember 2025 belanja APBN di Jawa Timur tumbuh kuat ditopang oleh Transfer Ke Daerah (TKD) sebesar 0,74%.

Pertumbuhan realisasi belanja APBN sebagai Shock Absorber, dilakukan melalui ProgramPemeriksaan Kesehatan Gratis, Program Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, peningkatan bidang konektivitas dan kesejahteraan. Kuatnya kinerja belanja sejalan dengan terjaganya realisasi pendapatan pajak, kepabeanan dan cukai, serta PNBP yang meningkat diatas target yang ditetapkan sampai dengan Desember 2025. 

Ia menambahkan, pengelolaan fiskal, belanja negara, dan kebijakan strategis menjadi instrumen utama pemerintah. "Kebijakan APBN, insentif pajak bagi UMKM, hingga program strategis nasional terbukti mendorong pertumbuhan ekonomi, investasi, dan kesejahteraan masyarakat," ujarnya. 

Hal tersebut tercermin dari penyaluran subsidi dan bantuan sosial kepada masyarakat Jawa Timur. Pemerintah menyalurkan subsidi pupuk sebesar Rp6,18 triliun kepada 5.560.458 penerima serta subsidi listrik Rp7,22 triliun kepada 43.839.194 penerima.

Selain itu, bantuan sosial dari pemerintah pusat di Jawa Timur mencapai Rp18,20 triliun dengan total 26.616.603 penerima. Bantuan tersebut terdiri atas Bantuan Pangan Non Tunai sebesar Rp7,69 triliun kepada 13,79 juta penerima dan Bantuan Langsung Tunai Sosial Ekonomi Rp5,08 triliun kepada 5,64 juta penerima.

Program Keluarga Harapan (PKH) juga disalurkan sebesar Rp4,78 triliun kepada 6,34 juta penerima. Sementara itu, bantuan perlindungan sosial khusus diberikan melalui permakanan lansia Rp406,83 miliar kepada 451 ribu penerima serta permakanan disabilitas Rp127,9 miliar kepada 150 ribu penerima.

Adapun bantuan bagi anak yatim piatu disalurkan sebesar Rp115,15 miliar kepada 238 ribu penerima. Seluruh program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga daya beli dan kesejahteraan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....