ASPIN Resmi Berdiri, Perkuat Pengusaha dalam Negeri
- 01 Feb 2026 10:40 WIB
- Surabaya
RRI,CO,ID, Surabaya – Asosiasi Sejuta Pengusaha Indonesia (ASPIN) resmi diluncurkan sebagai wadah kolaborasi pengusaha nasional. ASPIN diharapkan menjadi jembatan komunikasi antara UMKM, perusahaan, dan pemerintah.
Ketua Umum ASPIN Hermanto Tanoko mengatakan, kemajuan perekonomian membutuhkan kerja bersama antara pengusaha dan pemerintah. Kolaborasi dinilai penting agar kebijakan dan kebutuhan dunia usaha dapat selaras.
“Yang paling penting itu kan komunikasi. Jadi tujuannya ya tentu supaya pemberdayaan para UMKM itu bisa naik kelas terus, bisa naik. Jadi jangan ada hambatan,” ujar Hermanto usai peluncuran ASPIN di Hotel Vasa, Surabaya, Sabtu, 31 Januari 2026.
Ia mengungkapkan, banyak pengusaha menyampaikan kebutuhan untuk membangun komunikasi yang lebih intensif dengan pemerintah. Menurutnya, pemerintah memiliki peran strategis sebagai pembuat regulasi dan kebijakan.
“Banyak pengusaha yang bertemu saya bercerita kalau butuh menjalin komunikasi dengan pemerintah sebagai pembuat regulasi dan kebijakan,” kata Hermanto kepada awak media di sela acara peresmian.
Peresmian ASPIN tidak hanya dihadiri secara luring, tetapi juga disaksikan ribuan pengusaha secara daring. Peserta berasal dari berbagai skala usaha, mulai dari sektor start up, UMKM, hingga korporasi besar.
Hermanto menegaskan ASPIN akan fokus memperjuangkan kepentingan dunia usaha tanpa terfragmentasi oleh kepentingan politik tertentu. Organisasi ini mengusung semangat “Kolaborasi Strategis, Akselerasi Bisnis”.
“Kami ingin menjadi mitra strategis bagi pengusaha dan pembuat kebijakan. Kami ingin memastikan suara pengusaha didengar dan diberdayakan untuk mendorong kebijakan yang mendukung pertumbuhan dunia usaha dalam negeri,” katanya.
Ia menambahkan ASPIN juga bertujuan memperkuat posisi perusahaan dalam negeri. Karena itu, keanggotaan ASPIN akan memprioritaskan pengusaha dan perusahaan nasional.
Hermanto menyoroti dominasi merek asing di berbagai sektor produk di Indonesia. Padahal, banyak produk tersebut diproduksi di dalam negeri dengan tenaga kerja dan insinyur Indonesia.
“Jadi asing kalau cuma dijadikan kita market saja dan dijadikan tukang jahit saja ya buat apa,” katanya.
Menurut Hermanto, nilai tambah terbesar sebuah produk terletak pada kepemilikan merek. Karena itu, ia mendorong pengusaha nasional agar berani mengembangkan merek sendiri.
"Masa Indonesia mau kuatnya cuma di mie instan, di kopi. Kan sesungguhnya sektor ini banyak sekali. Jadi tentu wadah ini tetap kami lebih pro untuk pengusaha nasional," ucap Hermanto menegaskan.
ASPIN saat ini menaungi 24 bidang usaha dan akan menjalani periode kepengurusan selama lima tahun ke depan. Fokus utamanya adalah menyatukan visi para pengusaha demi kemajuan ekonomi Indonesia.
Melalui ASPIN, para anggota akan mendapatkan pembinaan serta forum berbagi pengetahuan bisnis. Khusus UMKM, ASPIN menyediakan keanggotaan gratis agar pelaku usaha kecil mau belajar dan berkembang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....