Khofifah Tegaskan Komitmen Jaga Iklim Investasi di Jatim

  • 31 Jan 2026 19:06 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Pemprov Jatim komitmen menjaga iklim investasi yang kondusif, serta memastikan Penanaman Modal Asing (PMA) berkualitas, berkelanjutan, dan berdampak. Hal itu ditegaskan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada Sabtu, 31 Januari 2026.

Saat menghadiri East Java Investment Government – Japanese Business Networking Reception, Gubernur Khofifah mengapresiasi kepercayaan investor Jepang. Selama ini secara konsisten menjadikan Jawa Timur sebagai salah satu tujuan utama investasi di Indonesia.

"Kami mengapresiasi setinggi-tingginya kepercayaan investor Jepang yang konsisten menjadikan Jawa Timur tujuan investasi utama dan Jepang sebagai penyumbang realisasi PMA terbesar ke-4 di Jawa Timur," ujarnya.

Menurutnya, investasi Jepang di Jawa Timur umumnya bersifat jangka panjang dan berbasis teknologi tinggi. Karakter tersebut menjadikan PMA Jepang sebagai salah satu tulang punggung penguatan struktur industri Jawa Timur, khususnya pada sektor logam, otomotif, kayu, serta industri makanan dan minuman.

"Investasi PMA Jepang terbukti menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah, serta memicu pertumbuhan industri pendukung dan UMKM lokal," ucapnya.

Khofifah menjelaskan, tingginya kepercayaan investor Jepang tidak terlepas dari komitmen Pemprov Jatim dalam memberikan pendampingan menyeluruh. Mulai dari tahap pra-investasi hingga operasional.

"Melalui strategi dan upaya ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan bahwa investasi yang masuk tidak hanya tumbuh secara kuantitas. Tetapi juga berkualitas, berkelanjutan dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat," katanya.

Sementara itu, Konsul Jenderal Jepang di Surabaya, Dr. Takonai Susumu, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kolaborasi yang terjalin antara Jawa Timur dan Konsulat Jepang. Kerjasama di berbagai bidang, khususnya dalam sektor ekonomi dan pembenahan iklim investasi.

"Tentu keberhasilan bisa dicapai karena dukungan Pemprov Jatim. Saya apresiasi kepada Pemprov Jatim," ucapnya.

Ia juga menyambut positif ajakan Gubernur Khofifah untuk memperkuat intensitas pertemuan dan dialog, terutama dalam membahas tantangan investasi. Seperti perbedaan budaya bisnis, aspek administrasi, serta regulasi hukum antara Jepang dan Jawa Timur.

"Kami menyambut baik dan siap dengan ajakan ibu gubernur Jawa Timur untuk menjunjung tinggi kepatuhan sekaligus memastikan kelancaran usaha bagi kedua pihak," ucapnya.

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 212 perusahaan PMA asal Jepang telah beroperasi di Jawa Timur dengan total nilai investasi mencapai lebih dari 5 miliar dolar Amerika Serikat. Jepang pun menjadi negara penyumbang realisasi PMA terbesar keempat di Jawa Timur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....