Jangan Takut Dibilang Kolot Makan Polopendem

  • 17 Jan 2026 13:14 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Menjaga eksistensi di dunia kuliner memerlukan lebih dari sekadar meneruskan usaha orang tua, dibutuhkan inovasi dan kedekatan emosional dengan pelanggan. Hal inilah yang ditekankan oleh Diah Arna Fithri, pemilik usaha Arnas Pastry, saat hadir sebagai narasumber dalam program Obrolan UMKM di Pro 4 RRI Surabaya.

Dalam sesi bincang-bincang hangat tersebut, Diah berbagi kisah perjalanannya membangun Arnas Pastry, sebuah usaha kuliner yang kini dikenal sebagai salah satu penyedia aneka kue kering dan kue basah berkualitas di Surabaya.

Diah mengungkapkan bahwa Arnas Pastry lahir dari usaha warisan dari orang tuanya yang lebih dulu memulai bisnis jajanan. Alasan menggunakan nama Arnas adalah singkatan dari nama orangtuanya. Yaitu Anas Rahim dan Naimah.

Berawal dari ilmu yang diiturunkan orang tuanya, dan Diah juga menekuni bidang ini dengan bersekolah di SMK Negeri 6 Surabaya jurusan Patiseri. Lalu ditahun 2010 orang tuanya sudah merasa usahanya harus dialihkan kepada anaknya.

Selanjutnya Diah kuliah sambil memulai usahanya dengan menerima pesanan. Respons positif yang diterimanya menjadi pemicu untuk menyeriusi bidang ini sebagai ladang bisnis.

Kunci utama dari Arnas Pastry adalah turunan dari bisnis orang tua yang sudah mendapatkan kepercayaan dari pelanggannya.

"Pelanggan mengaku bahwa ibu saya cenderung memproduksi kue-kue Eropa yang dikenal menjaga kualitas. Saya ingin pelanggan yang baru merasakan kualitas yang sama dengan yang dulu, tapi bertambah variatif. ," ujar Diah, Sabtu, 17 Januari 2026.

Arnas Pastry menawarkan beragam pilihan yang dapat dinikmati dalam berbagai suasana, mulai dari camilan harian hingga untuk moment spesial. Produk unggulannya meliputi:

Kue Basah: Berbagai jajanan pasar tradisional yang dikemas secara higienis dan modern, cocok untuk acara arisan maupun rapat kantor.

Kue Pastry : Soes, blackforest, kue basah, talam , sosis puff, wilmil, curry puff,cream horn.

Kue Kering : Cookies cojkelat, nastar durian, kacang cokelat.

Selain menerima pesanan, Diah juga menggelar lapak di setiap pagi. Di Perum Raya Mulyosari pagi Pukul 9.00 WIB. Dilapak itu Diah menambah variasi dagangannya. Salah satu gebrakan yang dia lakukan adalah menyediakan makanan kukusan atau biasa disebut polo pendem.

Dengan varian kukusan yang disediakan oleh Diah, membuat lapak Dian semakin banyak pembeli. Diah menyediakan kukusan Edamame ,Telo ungu, Telo cilembu, pisang, jagung ungu, kentang dan telur omega.

Karena tren maknan sehat saat ini sedang naik daun. Pelanggannya bertambah banyak tanpa melihat kalagan usia. Tua muda banyak yang mencari produk kukusan Diah.

“Tren ini baru naik daun karena saya lihat banyak yang mulai memikirkan pola hidup sehat. Banyak di sosial media yang mengkampanyekan pola hidup sehat. Pembeli bilang : Saya gak mau numpuk penyakit. Makananya mau yang sehat kayak gini aja.” Kata Diah.

Meskipun sedang tren, tapi usaha Diah bukan berarti tanpa hambatan. Banyak pelanggannya yang mengaku dibilang kolot karena membeli polopendem, bukan makanan kekinian kebanyakan. Tapi Diah selalu memberikan edukasi jkepada pelanggannya.

”Jangan takut dibilang kolot hanya karena makan makanan yang sehat. Daripada makan makanan viral tapi penyakit menumpuk.” Kata Diah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....