BI Perkuat Keamanan Rupiah lewat Currency Academy
- 16 Jan 2026 20:03 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Jakarta – Bank Indonesia (BI) terus memperkuat benteng keamanan rupiah di tengah pesatnya digitalisasi keuangan global. Setelah uang kertas rupiah emisi 2022 menyabet penghargaan Best New Series dari International Association of Currency Affairs (IACA) dan dinobatkan sebagai salah satu uang kertas paling aman di dunia, BI kini melangkah lebih jauh lewat program Currency Academy.
Program pelatihan lanjutan ini dirancang untuk memperdalam keahlian pengelolaan dan keamanan uang tunai, sekaligus memahami tren global serta inovasi teknologi dalam siklus uang kertas. Pada akhir 2025, Currency Academy digelar melalui kolaborasi BI dengan mitra teknologi sekuriti dan percetakan uang ternama di Eropa, seperti SICPA, Landqart, dan Koenig & Bauer.
Tak sekadar pelatihan teknis, Currency Academy menegaskan komitmen BI dalam menjaga integritas dan kedaulatan rupiah. Upaya ini juga menjadi bagian dari strategi bank sentral untuk memastikan ketahanan mata uang nasional, melestarikan nilai budaya, serta menopang stabilitas sosial dan ekonomi di era keuangan modern.
Dalam program tersebut, peserta dari Departemen Pengelolaan Uang BI mempelajari teknologi keamanan uang dari hulu ke hilir. Mulai dari inovasi substrat kertas di Landqart, teknologi tinta sekuriti dan analisis forensik di laboratorium SICPA, hingga perkembangan mutakhir teknologi pencetakan uang kertas bersama Koenig & Bauer Banknote Solutions.
Selain itu, peserta juga terlibat diskusi strategis mengenai masa depan uang tunai di tengah akselerasi digitalisasi sistem pembayaran. Fokus pembahasan meliputi adopsi teknologi keamanan terbaru, penguatan keberlanjutan melalui riset dan pengembangan (R&D), serta efisiensi sistem uang tunai nasional.
“Currency Academy memperkuat kemampuan kami dalam menjaga integritas rupiah dengan memperdalam pemahaman terhadap tren global uang tunai, teknologi keamanan, dan praktik berkelanjutan,” ujar Direktur Eksekutif Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI, Muhammad Anwar Bashori, dalam keterangan resmi.
Ia menegaskan, inisiatif ini mencerminkan komitmen BI terhadap inovasi dan kolaborasi lintas negara agar rupiah tetap aman, tepercaya, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Sementara itu, SICPA menegaskan dukungannya terhadap BI melalui Currency Academy. Regional Managing Director Asia Pacific SICPA SA sekaligus Presiden Direktur PT SICPA-PERURI Securink, David Burke, menyebut kolaborasi ini mencakup seluruh siklus uang tunai.
“Kami bangga mendukung Bank Indonesia melalui Currency Academy, mulai dari teknologi substrat dan tinta hingga fitur keamanan canggih. Tujuannya membantu bank sentral mengadopsi solusi mutakhir yang memperkuat keamanan uang kertas, efisiensi operasional, dan kedaulatan nasional,” kata Burke.
Sebagai program kolaboratif BI dan SICPA, Currency Academy dirancang untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia, mendorong alih teknologi, serta mempercepat inovasi melalui kemitraan publik-swasta. Ke depan, program ini diharapkan memberi dampak positif bagi efisiensi biaya, keberlanjutan, serta stabilitas ekonomi dan sosial Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....