Pupuk Indonesia Perkuat Distribusi Subsidi Demi Swasembada Pangan

  • 31 Des 2025 14:49 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Surabaya: PT Pupuk Indonesia (Persero) mencatat kemajuan signifikan dalam tata kelola dan distribusi pupuk bersubsidi seiring penerapan kebijakan baru pemerintah yang menyederhanakan regulasi serta mempercepat penyaluran pupuk ke petani di seluruh Indonesia.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, mengatakan dukungan kebijakan pemerintah telah mendorong terwujudnya langkah-langkah strategis yang berdampak langsung pada efisiensi dan akuntabilitas distribusi pupuk subsidi.

“Dengan dukungan penuh pemerintah, kita dapat menyaksikan berbagai langkah strategis yang menjadi tonggak baru bagi sektor pupuk nasional. Tata kelola pupuk subsidi kini mengalami perubahan yang nyata,” ujar Rahmad, Rabu (22/10/2025).

Salah satu terobosan utama adalah reformasi tata kelola pupuk subsidi melalui implementasi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 6 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi dan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 15 Tahun 2025. Dua regulasi tersebut memangkas sekitar 145 aturan sebelumnya sehingga rantai distribusi menjadi lebih ringkas dan efisien.

Kebijakan ini juga memperluas akses petani terhadap pupuk subsidi dengan menghadirkan empat titik serah, yakni pengecer, koperasi, gabungan kelompok tani (gapoktan), dan kelompok pembudidaya ikan (pokdakan). Langkah tersebut ditujukan untuk memastikan pupuk dapat diperoleh lebih cepat dan tepat sasaran.

“Pupuk Indonesia mengapresiasi kebijakan pemerintah yang menghadirkan regulasi distribusi pupuk yang lebih akuntabel, efisien, dan berkeadilan bagi petani. Kami berkomitmen mengimplementasikannya secara konsisten dan bertanggung jawab,” kata Rahmad.

Dampak kebijakan tersebut tercermin dari percepatan distribusi pupuk subsidi. Untuk pertama kalinya, penyaluran pupuk subsidi dapat dimulai tepat pada 1 Januari 2025. Hingga 19 Oktober 2025, Pupuk Indonesia telah menyalurkan 6.143.650 ton pupuk subsidi atau sekitar 64 persen dari total alokasi nasional sebesar 9,55 juta ton.

Capaian ini meningkat 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 dan melonjak 23 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2023. Kelancaran distribusi pupuk subsidi tersebut turut mendukung peningkatan produktivitas pertanian nasional dan penguatan cadangan pangan.

Ke depan, Pupuk Indonesia akan terus memastikan ketersediaan pupuk subsidi hingga tingkat gudang pengecer agar petani dapat melakukan penebusan tepat waktu, terutama pada musim tanam, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan mendukung swasembada dan ketahanan pangan nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....