Inovasi Digital Dorong Produsen Kasur Bangkit Pasca Pandemi
- 20 Des 2025 06:08 WIB
- Surabaya
KBRN, Surabaya: Industri perlengkapan kasur nasional sempat terpukul akibat pandemi COVID-19, terutama pada segmen hotel dan kemitraan bisnis. Namun, salah satu produsen kasur asal Jawa Timur mampu bertahan dan perlahan bangkit melalui inovasi produk, transformasi digital, serta penguatan manajemen operasional.
Direktur PT Gerongan Surajaya (produsen kasur pegas merek Trendy asal Jawa Timur), Vincentius Leonardo, mengatakan masa paling berat terjadi pada akhir 2020 ketika pesanan dari sektor perhotelan anjlok drastis. “Saat itu, hampir seluruh pesanan berhenti dan kondisi perusahaan sangat tertekan,” ujarnya, dalam siaran pers, Jumat (19/12/2025).
Menghadapi situasi tersebut, perusahaan segera mengubah strategi dengan beralih ke penjualan daring mulai 2021. Langkah ini membuahkan hasil positif, ditandai dengan meningkatnya permintaan konsumen ritel dan stabilnya arus penjualan dalam beberapa bulan berikutnya.
Selain kanal pemasaran, perusahaan juga membenahi sistem internal, mulai dari pemesanan, produksi, hingga distribusi. Proses kerja dibuat lebih terintegrasi agar mampu merespons kebutuhan konsumen dengan cepat dan tepat waktu.
“Kami belajar bahwa inovasi tidak hanya soal produk, tetapi juga bagaimana mengelola bisnis secara efisien dan adaptif,” kata Leo.
Menurutnya, layanan purnajual dan kecepatan pengiriman menjadi faktor penting dalam membangun kembali kepercayaan pelanggan. Upaya pemulihan tersebut semakin kuat dengan dukungan perbankan melalui pemanfaatan layanan digital TOUCHBIZ dari SMBC Indonesia.
“Sistem ini membantu kami menjaga arus kas dan mempermudah pengelolaan transaksi bisnis, sehingga operasional bisa berjalan lebih stabil,” ujarnya.
Seiring membaiknya manajemen dan kapasitas produksi, merek Trendy pun kembali mencatat pertumbuhan signifikan dalam dua tahun terakhir. Perusahaan kini tidak hanya pulih dari krisis, tetapi juga memperluas jangkauan pasar dan menatap peluang ekspansi ke tingkat yang lebih luas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....