Amal Jariyah Warisan Pahala yang Tak Terputus

  • 09 Apr 2025 10:01 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Surabaya: Amal jariyah menjadi salah satu bentuk ibadah istimewa dalam Islam. Disebut sebagai amal yang tak akan terputus pahalanya, meskipun seseorang telah meninggal dunia. Menurut Ustaz Suud Hasanudin, Ketua PW Persis Jawa Timur, amal jariyah adalah perbuatan baik yang pahalanya terus mengalir, bahkan setelah pelakunya meninggal dunia. Menurutnya amal jariyah merupakan bagian dari ajaran Islam yang mendorong umat Muslim untuk berbuat baik secara ikhlas.

"Amal jariah berarti perbuatan baik yang mendatangkan pahala bagi yang melakukannya, meskipun ia telah berada di alam akhirat. Ayat Al-Qur'an juga menegaskan pentingnya meninggalkan amal baik yang memberi manfaat jangka panjang. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 261: "Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada tiap-tiap tangkai seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki." Makanya Islam mendorong umatnya untuk berbuat baik secara ikhlas," ucapnya, saat menjadi narasumber Mutiara Pagi, Pro1 RRI Surabaya Rabu (9/4/2025).

Lebih lanjut dikatakan Ustad Suud, sabda Rasulullah SAW dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Muslim: "Apabila anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah semua amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya." (HR. Muslim) Juga kian menguatkan apa yang dilakukan sebagai sebuah amal atau kebaikan tidak akan sia-sia. Menurutnya ada berbagai bentuk amal jariyah yang bisa dilakukan oleh umat Muslim diantaranya:

1.Sedekah Jariyah:

Sedekah yang manfaatnya terus berlanjut seperti membangun masjid, menggali sumur atau mewakafkan tanah. Sedekah ini memang membutuhkan modal yang tidak sedikit namun mendatangnkan manfaat bagi banyak orang. Misalnya membangun Masjid, Setiap orang yang berkontribusi dalam pembangunan masjid akan terus mendapatkan pahala selama masjid itu digunakan untuk beribadah.

2.Pendidikan dan Ilmu yang Bermanfaat

Mengajarkan ilmu agama, mengembangkan lembaga pendidikan Islam atau memberikan ilmu yang mendekatkan orang lain kepada Allah termasuk amal jariyah.

3. Anak yang Saleh dan Berbakti

Seorang anak yang tumbuh dalam ketaatan dan terus mendoakan orang tuanya akan menjadi sumber pahala yang tidak terputus.

Meski ada amal jariyah yang menggunakan modal besar namun ditegaskan Ustad Suud ada juga amal jariyah yang justru bisa dilakukan dengan cara sederhana yaitu menunjukkan kebaikan dan melakukan kebiasaan baik. Hal ini bisa kita lakukan kepada orang di sekitar kita misalnya menyediakan sandal untuk wudhu di masjid atau menanam pohon yang manfaatnya bisa dirasakan secara keberlanjutan oleh masyarakat.

"Kalau misal kita ga punya modal untuk melakukan amal jariyah degan modal besar, kita masih bisa kok beramal misalnya dengan melakukan kebaikan kalau tau di masjid dibutuhkan sandal untuk wudhu kemudian kita menyediakannya dipakai banyak orang artinya ada manfaat yang bisa diberikan. Contoh lain menanam pohon kalau pohon itu akhirnya bisa digunakan untuk berteduh dari tahun ke tahun ini juga amal jariyah," katanya.

Di sesi akhir tausiyah Ustaz Suud menekankan bahwa amal jariyah merupakan investasi abadi bagi kehidupan akhirat. Dalam dunia yang terus berubah, amal seperti ini menjadi sarana untuk menebar manfaat jangka panjang. Oleh karena itu, umat Islam diimbau untuk memanfaatkan kesempatan selama hidup dengan memperbanyak amal jariyah sebagai bekal menghadap Allah SWT.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....