Mengungkap Sejarah dan Manfaat Nasi Tiwul
- 21 Feb 2025 15:36 WIB
- Surabaya
KBRN, Surabaya: Nasi tiwul adalah makanan tradisional khas Jawa yang dikenal sebagai alternatif pengganti nasi putih. Terbuat dari tepung gaplek (singkong yang dikeringkan dan ditumbuk), nasi tiwul memiliki sejarah panjang dalam kehidupan masyarakat pedesaan di Jawa, terutama di daerah Wonogiri, Pacitan, dan Gunung Kidul.
Selain sebagai makanan pokok pada masa lalu, kini nasi tiwul semakin populer sebagai pilihan sehat karena kandungan seratnya yang tinggi dan kadar gula yang lebih rendah dibandingkan nasi putih. Nasi Tiwul tercipta saat masa sulit ketika beras sulit didapat dan mahal, terutama di daerah pegunungan kapur seperti Gunung kidul.
Masyarakat kemudian berinovasi dengan mengolah singkong menjadi tepung gaplek yang kemudian dikukus menjadi nasi tiwul. Hingga saat ini, nasi tiwul masih dikonsumsi sehari-hari atau dijadikan khas dalam berbagai acara tradisional.
Proses pembuatan nasi tiwul diawali dengan pemilihan bahan utama singkong. Singkong dikuliti bersih, lalu dicuci dan dikeringkan dibawah sinar matahari sampai bertekstur keras. Kemudian dihaluskan dengan cara ditumbuk atau diselep. Tepung yang dihasilkan akan dipercikkan air hingga menggumpal, lalu dikukus pada panci besar atau dandang.
Menurut Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), nasi tiwul dapat dijadikan sebagai pengganti nasi karena kandungan karbohidrat tiwul tak kalah dari beras sehingga bisa menggantikan beras sepenuhnya. Selain karbohidrat, nasi tiwul juga memiliki kandungan nutrisi penting lainnya, yaitu vitamin C, kalsium, zat besi, protein, hingga fosfor.
Selain itu nasi tiwul juga diperkaya dengan vitamin B Kompleks dimana baik untuk mengatasi penyakit anemia. Protein tinggi di nasi tiwul juga berperan untuk melatih daya tahan otot karena kandungannya cukup tinggi jika dibandingkan dengan kentang atau ubi jalar.
Nasi tiwul juga dapat dijadikan makanan sehat untuk para pelaku diet. Karena kandungan dalam nasi tiwul baik untuk menjaga dan menurunkan berat badan. Kandungan serat pada nasi tiwul juga baik untuk kesehatan pencernaan.
Nasi tiwul dapat disajikan dengan berbagai lauk, seperti ikan asin, sambal, sayur lodeh, sayur urap kulupan. Selain itu, ada juga variasi tiwul manis yang disajikan dengan gula merah dan parutan kelapa.
Sebagai warisan kuliner khas Jawa, nasi tiwul tidak hanya memiliki nilai sejarah yang kuat, tetapi juga menawarkan berbagai manfaat kesehatan. Dengan semakin meningkatnya kesadaran akan pola makan sehat, nasi tiwul kini semakin digemari sebagai pilihan makanan alternatif yang lebih sehat dibandingkan nasi putih. Apakah anda tertarik mencoba nasi tiwul sebagai bagian dari pola makan sehat Anda? (estu)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....