Waspadai Penipuan Mengatasnamakan Walikota Eri Cahyadi
- 13 Okt 2025 16:43 WIB
- Surabaya
KBRN, Surabaya: Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penipuan yang mengatasnamakan pejabat daerah, khususnya Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Belakangan ini, beredar akun WhatsApp palsu dengan nomor 0813-5612-7886 yang menggunakan foto dan nama Wali Kota untuk memperdaya calon korban.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kota Surabaya, M. Fikser, menjelaskan pelaku menghubungi sejumlah orang dengan berpura-pura sebagai Wali Kota dan meminta bantuan dana.
“Ada pihak yang mengaku sebagai wali kota dan meminta sejumlah bantuan dana. Kami tegaskan, nomor tersebut bukan milik beliau. Kami mengimbau warga agar lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya pada pesan mencurigakan yang mengatasnamakan pejabat pemerintah,” ujar M. Fikser.
Fikser meminta masyarakat segera melapor kepada aparat penegak hukum jika menemukan modus serupa.
“Apabila ada pesan singkat atau panggilan telepon yang mengatasnamakan jajaran Pemkot Surabaya, mohon berhati-hati. Terlebih jika isi pesannya berupa permintaan uang atau menawarkan sesuatu yang tidak wajar, bisa dipastikan itu adalah penipuan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan Aparatur Sipil Negara (ASN), pegawai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi dari sumber yang tidak jelas.
“Kami berharap warga tidak langsung mempercayai setiap pesan mencurigakan. Pastikan dulu kebenarannya melalui kanal resmi pemerintah kota,” ujarnya.
Fikser menambahkan, Pemkot Surabaya terus memperkuat pengawasan digital dan edukasi publik untuk mencegah maraknya modus penipuan serupa.
“Peningkatan literasi digital bagi masyarakat sangat penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi,” tuturnya.
Ia menegaskan, langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemkot Surabaya untuk melindungi masyarakat dari kejahatan digital.
“Dengan meningkatnya kesadaran dan kewaspadaan masyarakat, kami berharap tidak ada warga Surabaya yang menjadi korban penipuan digital,” ujarnya.