Naik Kereta Sambil Belajar Membatik di Stasiun Gubeng
- 02 Okt 2026 19:35 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Penumpang kereta api di Stasiun Surabaya Gubeng mendapat pengalaman berbeda pada Hari Batik Nasional, Jumat, 2 Oktober 2026. KAI Daop 8 Surabaya mengajak penumpang mencoba langsung proses mencanting dengan menggandeng UMKM binaan sebagai mitra kegiatan.
Penumpang dikenalkan pada penggunaan canting dan cara menorehkan malam di atas kain untuk membentuk motif batik. Dengan pendampingan pelaku UMKM binaan KAI, penumpang dapat merasakan proses membatik yang membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan keterampilan.
Deputy KAI Daop 8 Surabaya, Rachmad Zaini Kurniawan, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan yang memberi nilai tambah bagi penumpang. “Momentum Hari Batik Nasional menjadi kesempatan bagi kami untuk menghadirkan pengalaman yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga edukatif bagi penumpang,” ujar Zaini.
Menurutnya, kegiatan mencanting juga menjadi cara memperkenalkan batik tidak sekadar sebagai kain bermotif, tetapi sebagai karya yang lahir melalui proses panjang, kreativitas, dan ketekunan perajin. Keterlibatan UMKM binaan KAI juga memberi ruang bagi pelaku usaha untuk berbagi keterampilan sekaligus memperkenalkan karya dan produk mereka kepada penumpang.
“Kami ingin kegiatan ini memberikan manfaat yang lebih luas. Tidak hanya menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap batik, tetapi juga mendukung UMKM binaan KAI agar semakin dikenal,” kata Zaini.
Ia berharap pertemuan langsung antara penumpang dan pelaku UMKM dapat membuka peluang promosi sekaligus memperluas jangkauan pasar produk lokal. KAI Daop 8 Surabaya terus mendorong pemanfaatan stasiun sebagai ruang publik, tidak hanya sebagai tempat keberangkatan dan kedatangan kereta api.
Hari Batik Nasional diperingati setiap 2 Oktober, berkaitan dengan pengakuan UNESCO terhadap batik Indonesia sebagai Intangible Cultural Heritage of Humanity pada 2009. Penetapan tersebut kemudian diperkuat melalui Keputusan Presiden Nomor 33 Tahun 2009.
Zaini berharap kegiatan tersebut membuat masyarakat, khususnya generasi muda, mengenal batik dari proses hingga nilai budaya yang diwariskan antargenerasi. “Melestarikan budaya dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti mengenal, mencoba, dan bangga menggunakan batik,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....