Semarak Karnaval Manukan Kulon Surabaya: Dari Tradisi hingga Gotong Royong

  • 31 Agt 2026 20:10 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Suasana kemeriahan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia masih terasa hangat di kawasan Surabaya Barat. Pada Minggu, 30 Agustus 2026 kemarin, Kelurahan Manukan Kulon menggelar pesta rakyat berupa karnaval budaya yang berlangsung sangat meriah. Ratusan warga dari berbagai kalangan memadati sepanjang rute jalan Manukan untuk menyaksikan iring-iringan peserta yang tampil kreatif dan penuh warna.

Karnaval tahunan ini diikuti secara serentak oleh seluruh Rukun Warga (RW) yang ada di wilayah Kelurahan Manukan Kulon. Setiap RW mengirimkan kontingen terbaiknya dengan menampilkan berbagai tema unik, mulai dari baju adat nusantara, kostum daur ulang sampah, hingga belasan Reog Ponorogo dan kendaraan hias yang memukau. Kebersamaan antar warga terlihat sangat erat saat anak-anak hingga kelompok lansia antusias berjalan beriringan menyapa penonton.

Tradisi karnaval seperti yang berlangsung di Manukan Kulon ini memiliki sejarah panjang yang mengakar kuat dalam kebudayaan Indonesia. Secara historis, akar tradisi karnaval dan pawai di Indonesia berawal dari perpaduan budaya lokal pesta panen serta pengaruh perayaan era kolonial. Masyarakat nusantara sejak dahulu kerap menggelar arak-arakan sebagai bentuk rasa syukur atas keberhasilan panen dan keselamatan desa.

Memasuki masa awal kemerdekaan pasca-1945, bentuk perayaan masyarakat ini bertransformasi menjadi sarana ekspresi kebebasan dan rasa bangga nasionalisme. Pawai yang awalnya bersifat ritual atau hiburan terbatas, diubah oleh masyarakat menjadi pawai kemerdekaan untuk merayakan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tradisi ini kemudian dipelihara secara turun-temurun dari tingkat pusat hingga lingkungan RT/RW di seluruh pelosok negeri.

Seiring berjalannya waktu, karnaval 17 Agustus tidak sekadar menjadi ajang nostalgia perjuangan, tetapi juga panggung kreativitas warga lokal. Di Manukan Kulon sendiri, karnaval kemarin menjadi bukti nyata bagaimana seni pertunjukan jalanan mampu menyatukan berbagai lapisan masyarakat dalam semangat gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Seperti dituturkan oleh salah satu peserta, untuk menyelesaikan kostum bunga yang dibawakannya, warga RT-nya gotong royong selama hampir lebih dari seminggu.

"Kostum ini ide dari kakak saya, kami membuatnya dari 0, beberapa tetangga hampir tiap malam datang gotong royong mengerjakannya, ada yang membuat rok dari plastik, ada yang membuat pita, ada yang mengecat bunga, selama hampir lebih seminggu gang kami ramai oleh warga yang bergotong royong, " tutur Zahra.

Selain sebagai hiburan visual, kegiatan yang berlangsung pada akhir bulan Agustus 2026 ini juga memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. Puluhan pelaku UMKM dan pedagang kaki lima mendulang rezeki melimpah dari membludaknya jumlah pengunjung yang hadir sepanjang acara.

Karnaval Kemerdekaan Kelurahan Manukan Kulon tahun 2026 resmi ditutup pada malam hari dengan pembagian hadiah bagi kontingen RW terbaik dan penampilan panggung hiburan rakyat. Melalui kegiatan ini, warga Manukan Kulon berhasil menjaga tradisi sejarah bangsa sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga dalam bingkai persatuan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....