Aisyiyah Jatim: Kemerdekaan Adalah Nikmat dan Amanah
- 21 Agt 2026 14:05 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Kemerdekaan Indonesia tidak hanya dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan, tetapi juga sebagai nikmat sekaligus amanah yang harus diisi dengan amal nyata. Pandangan tersebut disampaikan Muballighat Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah Jawa Timur, Ga'am Rukoiyah Ridwan, dalam dialog di RRI Surabaya dengan tema “Kemerdekaan, Nikmat dan Amanah”.
Ga'am menjelaskan, Islam memandang kemerdekaan sebagai bagian dari upaya manusia keluar dari berbagai bentuk kegelapan menuju kehidupan yang lebih baik. Hal itu antara lain tergambar dalam Al-Qur'an Surat Ibrahim ayat 5 tentang kisah Nabi Musa yang diperintahkan membawa kaumnya keluar dari kegelapan menuju cahaya.
Menurutnya, kemerdekaan secara umum identik dengan kebebasan dan kemandirian. Bagi sebuah bangsa, kemerdekaan berarti terbebas dari penindasan dan penjajahan serta memiliki kedaulatan untuk menentukan masa depannya sendiri.
Dalam perspektif Islam, konsep tersebut berkaitan dengan Al-Hurriyah atau kebebasan. Kebebasan tidak hanya menyangkut kehidupan berbangsa dan bernegara, tetapi juga mencakup hak dasar manusia, seperti kebebasan berpikir, berkeyakinan dan menyampaikan pendapat.
“Manusia memiliki hak dasar yang melekat sejak lahir dan harus dihormati secara setara,” ujarnya.
Namun, Ga'am mengingatkan, kebebasan tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab. Kemerdekaan Indonesia yang telah memasuki usia 81 tahun harus diisi dengan tindakan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dalam konteks Muhammadiyah, ia menyebut Indonesia sebagai darul ahdi wa syahadah, yakni negara hasil kesepakatan nasional sekaligus tempat untuk membuktikan nilai-nilai Islam melalui kehidupan nyata. Karena itu, Muhammadiyah dan 'Aisyiyah memiliki tanggung jawab untuk terus berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Kontribusi tersebut telah dilakukan sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga saat ini melalui berbagai bidang kehidupan.
“Indonesia dan Muhammadiyah merupakan bagian yang tidak terpisahkan. Karena itu, tanggung jawab mengisi kemerdekaan harus diwujudkan melalui aksi nyata,” katanya.
Ia mencontohkan kontribusi Muhammadiyah dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, serta kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, peran tersebut menjadi bagian dari dakwah dan pengabdian untuk memperkuat kehidupan bangsa.
Sejumlah tokoh yang memiliki keterkaitan dengan Muhammadiyah juga disebut memiliki peran dalam perjalanan bangsa, di antaranya Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno, Jenderal Besar Sudirman, dan Ir. H. Juanda. Selain berkontribusi dalam pembangunan, Ga'am menilai menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) juga menjadi bagian dari tanggung jawab warga negara. Hal itu dapat dilakukan dengan membangun sikap moderat, memperkuat kerukunan antarumat beragama, serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila.
Ia juga mendorong kader Muhammadiyah untuk terus mengembangkan semangat Islam berkemajuan dan aktif dalam dakwah amar makruf nahi mungkar. Kader Muhammadiyah, menurutnya, harus dipersiapkan menjadi agen perubahan sekaligus calon pemimpin umat dan bangsa.
Di akhir dialog, Ga'am menekankan pentingnya membangun generasi yang memiliki wawasan kebangsaan dan kecintaan terhadap tanah air. Menurutnya, penguatan jiwa kebangsaan merupakan bagian penting dalam membangun umat sekaligus menjaga keberlanjutan kemerdekaan Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....