Budaya Tradisional Didorong Masuk Ekstrakurikuler Wajib Sekolah di Jatim
- 29 Jul 2026 15:55 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) terus didorong untuk berinovasi, agar kesenian tradisional semakin digemari anak muda. Baik kesenian berupa tarian tradisional, adat istiadat, maupun alat musik tradisional.
Jatim memiliki Taman Budaya Jatim - Cak Durasim, sebagai rumah bagi para seniman. Kepala UPT Taman Budaya Jawa Timur, Deddy Hariyono menjelaskan, siapapun bisa memanfaatkan Taman Budaya ini.
"Kita mengenalkan bahwa Taman Budaya ini adalah rumah seniman. Jadi mereka bisa bereksplor di sini, bisa latihan di sini secara gratis, agar bisa mereka meningkatkan karya dan konsep," ujarnya, Rabu 29 Juli 2026.
Saat ini, Taman Budaya menyasar generasi muda, khususnya Gen Z, sehingga masif mmenyelenggarakan berbagai pagelaran seni. Even tersebut, tidak hanya diadakan oleh Dinas terkait, tapi juga dari berbagai pihak luar.
"Alhamdulillah generasi-generasi sekarang, rasa keingintahuan kepada kebudayaan itu sangat tinggi. Dengan peluang itu akhirnya kami menggenjot supaya kebudayaan ini lebih dikenal minimal dari masyarakat kita yaitu anak-anak muda," katanya.
Beragam budaya yang ada di Taman Budaya Cak Durasim mendapat apresiasi Komisi VII DPR RI yang juga membidangi pariwisata. Anggota Komisi VII Bambang Haryo Soekartono berharap, beragam budaya yang ada, dapat mendongkrak jumlah wisatawan.
"UPT Taman Budaya luar biasa, begitu banyak budaya-budaya yang ditampilkan di sini. Mulai dari lukisan, dari cerita-cerita tentang budaya Jawa Timur yang ditampilkan cukup bagus sekali, termasuk ini ada gamelan dan tarian," ujarnya.
Pihaknya mendorong agar budaya semakin disuka anak anak sekolah mulai dari SD, SMP dan SMA. Mereka diharapkan tidak hanya sekedar penikmat seni, tetapi menjadi bagian dari ekstrakulikuler wajib di sekolah.
"Kalau perlu mereka diwajibkan atau istilahnya ekstrapulikulernya adalah gamelan dan tarian-tarian. Seperti di Banyuwangi, begitu digeber masalah tarian-tarian, terjadi peningkatan turis mancanegara, karena turis mancanegara sukanya adalah budaya," terangnya.
Bambang Haryo mencontohkan, Penang Malaysia, melalui budaya, mampu mendatangkan wisatawan mancanegara hingga 7 juta. Sedangkan Kota Surabaya, dari catatan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, hanya mencapai 300 ribu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....