Pesona Penjaga Tradisi: Mengenal Grup Remo Putri Ludruk RRI Surabaya
- 15 Jul 2026 20:41 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Di tengah gempuran budaya modern, kesenian tradisional Jawa Timur, Ludruk, terus berjuang mempertahankan eksistensinya. Salah satu elemen tak terpisahkan dan selalu menjadi pembuka yang dinanti-nanti dalam setiap pertunjukan Ludruk adalah Tari Remo.
Tarian yang energik dan dinamis ini bukan sekadar gerak tubuh, melainkan sebuah simbol semangat dan penyambutan bagi para penonton. Di Surabaya, salah satu pilar pelestari kesenian ini adalah Grup Remo Putri Ludruk RRI Surabaya, yang secara konsisten menghadirkan keindahan dan keaslian Tari Remo.
Grup Remo Putri Ludruk RRI Surabaya merupakan bagian integral dari grup kesenian Ludruk RRI Surabaya. Kelompok ini kini berada di bawah kepemimpinan Purbandari S.Sn., seorang seniman yang berdedikasi dan memiliki visi kuat dalam pelestarian seni daerah. Di bawah asuhannya, grup ini fokus pada pengembangan bakat-bakat muda dan pemeliharaan standar performa Tari Remo yang tinggi.
Kehadiran grup putri ini memberikan warna tersendiri, membuktikan bahwa Tari Remo, yang secara historis sering dibawakan oleh laki-laki (Remo Putra atau Remo Boletan), juga dapat ditampilkan dengan sama memukaunya oleh para penari perempuan.
Sebuah foto dokumentasi yang diambil di balik panggung memberikan gambaran autentik tentang dedikasi para penari ini. Dalam gambar tersebut, empat penari perempuan dari Grup Remo Putri Ludruk RRI Surabaya berpose bersama dengan anggun.
Mereka mengenakan kostum Tari Remo khas gaya Jawatimuran yang megah, didominasi warna ungu tua yang serasi dengan jilbab dan selendang (sampur) yang melilit di leher. Balutan bawahan mereka terlihat detail dengan bordir emas dan pinggiran rumbai yang khas, menciptakan kesan mewah sekaligus berwibawa.
Latar belakang panggung darurat dengan spanduk-spanduk acara menunjukkan realitas panggung tradisional tempat mereka berkiprah.
Ditemui di studio RRI Surabaya, Purbandari S.Sn. memberikan penuturannya mengenai grup yang ia pimpin. "Tari Remo itu ruhnya Ludruk. Tantangan kami sekarang adalah bagaimana menjaga tarian ini tetap memikat bagi generasi muda tanpa menghilangkan akar keasliannya. Kami berusaha menampilkan Remo yang bersih, energik, dan memiliki karakter." ujarnya, Rabu, 15 Juli 2026.
Melalui Remo Putri, pihaknya ingin menunjukkan bahwa perempuan Jawa Timur juga memiliki semangat juang dan keanggunan yang sama yang digambarkan dalam tarian ini. "Kami ingin tarian ini terus hidup, bukan hanya sebagai peninggalan masa lalu." katanya.
Pelestarian ini tidak terjadi secara kebetulan, melainkan melalui proses latihan dan pembinaan yang disiplin. "Kami terus membuka pintu bagi generasi baru yang ingin belajar," jelas Purbandari lebih lanjut.
Proses rekrutmen dan pelatihan di RRI Surabaya sangat diperhatikan. Pengajaran tidak hanya gerakan dasar, tetapi juga pendalaman karakter dan pemahaman akan filosofi di balik setiap gerakan Tari Remo.
" Ini penting agar para penari tidak sekadar menari, tetapi juga menyampaikan pesan dan semangat dari tarian tersebut." ujarnya.
Harapan besar disematkan pada masa depan Grup Remo Putri Ludruk RRI Surabaya. Purbandari bermimpi agar grup ini dapat terus tampil di berbagai panggung, baik nasional maupun internasional, untuk memperkenalkan kekayaan budaya Jawa Timur.
"Saya berharap pemerintah dan masyarakat terus memberikan dukungan, agar kami, para pegiat seni tradisional, tetap semangat dalam berkarya. Visi kami adalah agar Ludruk RRI Surabaya, dengan Remo Putri sebagai pembukanya, dapat menjadi kebanggaan warga Surabaya dan terus diwariskan ke generasi-generasi mendatang," harapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....