Mengupas Strategi Perlawanan Brang Wetan di Macapat Pro 4
- 13 Mei 2026 20:45 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Program Macapat Pro 4 RRI Surabaya kembali menyapa peminat literasi klasik pada edisi Rabu (13/5/2026). Kali ini, siaran menghadirkan narasumber, Ki Alfaris Suwondo Saputro, Kasi Umum Yayasan Macapat Among Tani Mojopahit, Trowulan, Mojokerto.
Diskusi hangat tersebut berfokus pada bedah teks Serat Centhini, khususnya babak sejarah yang menggambarkan ketegangan antara pusat kekuasaan Mataram dengan wilayah pesisir timur atau Brang Wetan.
Ki Alfaris menjelaskan bahwa dalam nukilan Serat Centhini yang dibahas, terdapat narasi kuat mengenai konsolidasi kekuatan yang dipimpin oleh Pangeran Surawesthi. Tokoh ini digambarkan menjadi motor penggerak bagi para Bupati dan Tumenggung di wilayah Timur untuk melakukan perlawanan terhadap dominasi Negari Mataram.
"Serat Centhini bukan sekadar ensiklopedia mistisisme seperti yang sering disalahpahami. Di dalamnya tersimpan rekaman geopolitik yang sangat tajam, termasuk bagaimana mentalitas 'Gempur Negari Mataram' muncul sebagai bentuk pertahanan jati diri wilayah Brang Wetan," ujar Ki Alfaris di Studio Pro 4 RRI Surabaya.
Dalam naskah tersebut, dikisahkan bagaimana koordinasi militer dan politik dilakukan secara rahasia namun sistematis. Pangeran Surawesthi berhasil menyatukan visi para penguasa lokal yang merasa perlu melepaskan diri dari hegemoni Mataram kala itu.
Pembahasan ini menarik perhatian pendengar karena mengungkap sisi lain dari Serat Centhini yang juga berfungsi sebagai kronik sejarah (babad) yang mencatat dinamika kekuasaan di tanah Jawa.
Kehadiran Ki Alfaris mewakili Yayasan Macapat Among Tani Mojopahit juga membawa misi penting untuk terus memperkenalkan macapat kepada generasi muda. Menurutnya, memahami Serat Centhini berarti memahami cara berpikir leluhur dalam menghadapi konflik dan membangun diplomasi.
Acara yang berlangsung secara interaktif ini ditutup dengan tembang macapat yang dilantunkan secara live, membawa suasana magis warisan budaya ke ruang dengar pendengar melalui frekuensi Pro 4 RRI Surabaya, Suara Budaya Surabaya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....