Sentuhan Budaya di Ruang Publik: Wayang Kulit Jadi Ikon Penunjuk

  • 05 Mei 2026 12:38 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Di tengah gempuran modernitas pusat perbelanjaan, Plaza Surabaya menghadirkan pendekatan berbeda dengan menonjolkan identitas lokal. Pengunjung tidak hanya disuguhi deretan gerai ritel, tetapi juga diajak mengenali unsur budaya melalui detail visual di dalam gedung.

Salah satu elemen yang mencuri perhatian adalah penggunaan karakter wayang kulit sebagai simbol penunjuk fasilitas umum. Papan informasi ini memberi nuansa etnik yang kontras namun selaras dengan desain interior yang modern.

Penggunaan simbol berkarakter budaya tersebut tidak sekadar menjadi ornamen. Kehadirannya memperkuat identitas lokal sekaligus menghadirkan karakter khas Jawa yang elegan dalam ruang publik.

Di sisi lain, aspek estetika tetap diperhatikan. Simbol wayang ditampilkan melalui neon box berwarna kuning cerah dengan latar belakang gelap, sehingga mudah terlihat sekaligus mempertahankan kesan kontemporer.

Sejumlah pelestari budaya menilai langkah ini sebagai bentuk integrasi yang positif antara modernitas dan tradisi. Selain berfungsi sebagai penunjuk arah, area tersebut juga kerap dimanfaatkan pengunjung sebagai latar berfoto.

Pelestari Budaya Nusantara, Cak Ries Handono, mengapresiasi langkah tersebut. “Dengan adanya sentuhan budaya seperti ini, Plaza Surabaya membuktikan bahwa ruang publik modern bisa tetap berjalan beriringan dengan pelestarian warisan leluhur,” ujarnya.

Pendekatan visual ini juga menjadi sarana edukasi kultural, terutama bagi generasi muda dan pengunjung luar daerah. Tanpa disadari, mereka diperkenalkan kembali pada tokoh-tokoh pewayangan melalui pengalaman ruang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....