Fenomena Inemuri Refleksi Kelelahan di Balik Produktivitas Jepang
- 25 Apr 2026 23:26 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID,Surabaya - Di tengah budaya kerja global yang semakin cepat dan kompetitif, Jepang memiliki fenomena unik yang kerap memancing perhatian dunia. Kebiasaan yang dikenal dengan istilah inemuri ini memperlihatkan bahwa tertidur di tempat kerja tidak selalu dianggap sebagai tindakan negatif, melainkan bisa dimaknai sebagai bentuk dedikasi terhadap pekerjaan.
Secara harfiah, inemuri berarti “tidur sambil hadir”. Fenomena ini menjadi pemandangan yang lumrah di berbagai lingkungan kerja di Jepang. Tidak jarang, pekerja terlihat tertidur saat rapat berlangsung, ketika atasan sedang menyampaikan presentasi, hingga di tengah aktivitas kantor yang padat.
Alih-alih dianggap tidak sopan, kebiasaan tersebut justru sering dipandang sebagai bukti bahwa seseorang telah bekerja keras hingga kelelahan. Dalam perspektif budaya Jepang, kehadiran fisik di tempat kerja tetap menjadi simbol tanggung jawab, meskipun dalam kondisi tertidur sejenak.
Menanggapi fenomena tersebut, Psikolog Surabaya, Jeffry Thomas, menyampaikan bahwa persepsi masyarakat Jepang terhadap inemuri sangat berbeda dibandingkan dengan negara lain. “Di Jepang, tertidur di tempat kerja tidak selalu dianggap memalukan. Justru kadang itu dianggap tanda seseorang sudah bekerja sangat keras,” ujarnya melalui sambungan telepon dengan Pro1, Sabtu 25 April 2026.
Dari sisi kesehatan, tidur singkat atau power nap yang berlangsung sekitar 10 hingga 20 menit memang memiliki manfaat. Istirahat sejenak di sela aktivitas dapat membantu meningkatkan fokus, memperbaiki konsentrasi, serta mendongkrak produktivitas kerja secara signifikan.
Bahkan, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa power nap mampu meningkatkan performa kerja. Namun demikian, praktik ini tetap perlu dilakukan secara terukur agar tidak mengganggu ritme kerja maupun kualitas tidur utama di malam hari.
Di balik persepsi positif tersebut, tersimpan realitas lain yang jarang diungkap. Budaya inemuri tidak muncul begitu saja, melainkan menjadi cerminan dari sistem kerja di Jepang yang dikenal sangat menuntut, dengan jam kerja panjang dan tekanan tinggi.
“Lembur panjang, tekanan tinggi, dan kurang istirahat menjadi masalah nyata yang dihadapi banyak pekerja,” ungkap Jeffry Thomas. Ia menambahkan, fenomena ini juga berkaitan dengan istilah karoshi, yaitu kematian akibat kelelahan kerja ekstrem.
Dengan demikian, inemuri bukan sekadar kebiasaan unik atau tradisi budaya semata. Fenomena ini menjadi refleksi dari dua sisi yang berbeda, antara etos kerja yang tinggi dan risiko kesehatan yang mengintai. “Inemuri bukan sekadar kebiasaan unik, ia adalah gambaran dari masyarakat yang sangat produktif, tapi juga sangat lelah,” pungkas Jeffry Thomas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....