April Mop, Tradisi Lelucon 1 April yang Berakar dari Sejarah Budaya Dunia

  • 31 Mar 2026 08:32 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Setiap tanggal 1 April, masyarakat di beberapa negara memperingati April Mop atau April Fools’ Day, sebuah tradisi yang identik dengan candaan ringan. Momen ini biasanya dimanfaatkan untuk mengerjai orang lain dengan cara yang menghibur, baik secara langsung maupun melalui media sosial.

Dilansir dari laman Telkom University, April Mop merupakan tradisi tahunan yang telah berkembang menjadi budaya populer di berbagai belahan dunia. Perayaan ini tidak hanya dilakukan oleh individu, tetapi juga oleh komunitas hingga institusi yang turut memeriahkan dengan berbagai bentuk kreativitas.

Salah satu teori menyebutkan bahwa April Mop berawal dari perubahan sistem penanggalan di Prancis pada abad ke-16. Pada tahun 1582, pemerintah setempat mulai menggunakan Kalender Gregorian yang memindahkan perayaan tahun baru dari akhir Maret menjadi 1 Januari.

Perubahan tersebut tidak langsung diketahui oleh seluruh masyarakat. Sebagian orang masih merayakan tahun baru pada akhir Maret hingga 1 April, sehingga mereka kemudian dijadikan bahan lelucon dan disebut sebagai “April Fools” atau orang yang mudah diperdaya.

Sejumlah kajian sejarah lain juga mengaitkan April Mop dengan tradisi kuno di Eropa, termasuk festival Romawi seperti Hilaria. Dalam perayaan itu, masyarakat mengenakan penyamaran dan saling mengejek sebagai bentuk hiburan, yang menunjukkan bahwa budaya humor telah ada sejak zaman dahulu.

Berdasarkan penjelasan dari Universitas Darussalam Gontor, istilah “mop” diartikan sebagai candaan atau lelucon. Seiring waktu, makna ini berkembang menjadi sebuah tradisi tahunan yang identik dengan aktivitas saling mengerjai dalam suasana santai dan tidak formal.

Kini, April Mop dirayakan dengan berbagai cara, mulai dari candaan sederhana hingga konten kreatif di media digital. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap bijak dalam merayakan April Mop, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman atau merugikan pihak lain, sehingga nilai hiburan tetap menjadi tujuan utama.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....