Tekan Timbunan Sampah Pemkot Mojokerto Gencarkan Pemilahan dari Rumah
- 16 Mar 2026 21:45 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto menggencarkan gerakan pemilahan sampah dari rumah tangga guna menekan timbunan sampah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menegaskan bahwa persoalan sampah tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah.
Menurut dia, perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci utama dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Hal itu disampaikan Ning Ita, sapaan akrabnya, saat sosialisasi Budaya RT Berseri di Kelurahan Jagalan dan Purwotengah, Senin 16 Maret 2026.
Ia mengatakan, Indonesia saat ini tengah menghadapi kondisi darurat sampah, sebagaimana disampaikan Presiden Prabowo dalam rapat koordinasi nasional.
Karena itu, pengelolaan sampah harus dimulai dari tingkat rumah tangga dengan memilah sampah sejak awal.
"Sebagian besar sampah yang mencemari sungai dan laut bukan berasal dari industri, melainkan dari rumah tangga. Karena itu, kita harus memulai dari diri sendiri dengan memilah sampah," ujar Ning Ita.
Ia menjelaskan, pemilahan sampah dapat dilakukan dalam tiga kategori, yakni sampah organik, anorganik, dan residu. Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi volume sampah sekaligus mempermudah pengelolaan di tingkat lingkungan.
Selain itu, keberadaan bank sampah di masyarakat diharapkan dapat lebih optimal apabila didukung kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah. "Bank sampah tidak dinilai hanya dari papan nama atau keberadaan timbangan, tetapi dari aktivitas pemilahan sampah yang dimulai dari rumah tangga," katanya.
Melalui sosialisasi tersebut, Pemkot Mojokerto berharap masyarakat semakin aktif menjaga kebersihan lingkungan serta memperkuat budaya gotong royong di tingkat RT. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu mengatasi persoalan sampah sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
"Program Budaya RT Berseri yang digagas Pemkot Mojokerto juga menjadikan pemilahan sampah sebagai salah satu indikator penting dalam membangun budaya hidup bersih dan sehat di lingkungan permukiman," tuturnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....