IQRO’ Legendaris Didesain Ulang Melalui Kolaborasi Kahf dan Yayasan IQRO’ Center

  • 04 Mar 2026 09:51 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Brand perawatan pria Kahf berkolaborasi dengan Yayasan IQRO' Center menghadirkan IQRO' Redesign Project, sebuah inisiatif penyegaran desain sampul buku IQRO’ yang telah melegenda di Indonesia. Proyek ini menjadi bagian dari semangat Ramadan untuk mengajak masyarakat kembali mendekat pada Al Quran, tanpa rasa sungkan untuk memulai dari awal.

Dalam unggahan resmi akun Instagram @kahfeveryday bersama @weareiqro pada Minggu, 1 Maret 2026, disebutkan bahwa ada satu fase dalam hidup ketika seseorang merasa sudah “terlambat” untuk mulai lagi. Dari kesadaran sederhana itulah proyek ini lahir. Memulai ulang disebut bukan sebagai tanda kemunduran, melainkan wujud kepedulian, peduli pada bacaan, peduli pada diri sendiri, dan peduli pada perjalanan yang ingin diperbaiki secara perlahan.

Ramadan pun dinilai selalu memiliki “magis” tersendiri yang mendorong umat Muslim untuk kembali ke jalan yang lebih baik. Mulai dari memperbaiki ibadah, memperhalus tutur kata, hingga kembali menyentuh Al Quran. Namun, tak sedikit orang dewasa yang merasa sungkan untuk belajar dari nol. Stigma “sudah dewasa kok masih belajar lagi” kerap menjadi penghalang langkah.

Melalui kolaborasi ini, Kahf bersama Yayasan IQRO’ Center serta pendampingan materi oleh Balai Litbang LPTQ Nasional Team Tadarus 'AMM' Yogyakarta menghadirkan pendekatan berbeda. Metode belajar IQRO’ yang legendaris dikemas ulang dalam format zine yang lebih modern dan relevan dengan generasi saat ini, tanpa menghilangkan esensi aslinya.

Dalam proses redesain tersebut, Kahf memastikan warisan metode IQRO’ tetap terjaga. Penulisan dan sistem pengajaran tetap dipertahankan demi menjaga orisinalitas metode yang secara historis telah terbukti memudahkan masyarakat dalam membaca Al Quran. Dengan demikian, pembaruan hanya menyentuh sisi visual dan kemasan, sementara substansi pembelajaran tetap autentik.

Melalui semangat #BenerBareng, kolaborasi ini mengajak masyarakat menjadikan Ramadan bukan sekadar momentum menjadi lebih baik secara individu, melainkan juga tentang memiliki teman perjalanan agar lebih konsisten. Sebab belajar kembali di usia dewasa bukan hal memalukan, melainkan langkah berani untuk memperbaiki diri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....