Madura dan Masa Lalunya: Sejarah, Tematik dan Pergeseran Historiografi.
- 01 Mar 2026 20:15 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Kajian mengenai hubungan antara genealogi dan kekuasaan di Indonesia menunjukkan bahwa legitimasi tradisional memiliki daya tahan yang kuat di tengah berbagai perubahan sosial dan politik. Hal tersebut diungkapkan Eko Jarwanto, Pengurus Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Jawa Timur, dalam pembahasan bertajuk “Madura dan Masa Lalunya: Sejarah, Tematik dan Pergeseran Historiografi.”
Menurut Eko, studi ini menelusuri keterkaitan genealogis dan bagaimana garis keturunan dimanfaatkan sebagai modal politik dalam pembentukan struktur birokrasi lokal, khususnya di wilayah Sidayu, Gresik. “Genealogi bukan sekadar catatan silsilah keluarga, tetapi sering kali menjadi sumber legitimasi kekuasaan yang berpengaruh dalam struktur pemerintahan lokal,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keberadaan trah Cakraningrat sebagai penguasa dominan di Sidayu memperlihatkan bagaimana jaringan kekerabatan memiliki implikasi sosial dan budaya yang luas. “Sidayu tidak berdiri sendiri. Ia merupakan bagian dari jaringan kekuasaan yang lebih besar, yang akarnya dapat ditelusuri hingga ke Madura Barat,” ujarnya.
Dalam kajian tersebut, pendekatan sejarah sosio-politik dan genealogi kekuasaan digunakan untuk melihat dinamika relasi antara elit lokal dan pusat kekuasaan. Eko menilai bahwa pergeseran historiografi modern perlu memberi ruang lebih luas pada pembacaan ulang peran genealogi dalam pembentukan otoritas politik tradisional.
Secara metodologis, penelitian ini menggunakan metode sejarah kualitatif deskriptif dengan pendekatan heuristik melalui studi literatur terhadap arsip, babad, naskah lokal, serta tradisi tutur masyarakat setempat. Sumber-sumber primer kemudian dikorelasikan dengan referensi sekunder dan dokumen arsip lokal di Sidayu, Gresik.
“Pada tahap kritik sumber, kami menilai keotentikan dokumen dan tradisi lisan, baik secara internal maupun eksternal,” kata Eko.
Proses interpretasi dilakukan melalui pembacaan asosiasi dan triangulasi berbagai sumber untuk memperoleh fakta historis yang akurat. Tahap akhir berupa historiografi dilakukan dengan menyusun ulang relasi genealogis dalam pola kekuasaan yang berkembang pada masa itu.
Eko menegaskan, kajian ini diharapkan dapat memperkaya perspektif sejarah lokal sekaligus menunjukkan bahwa dinamika kekuasaan di tingkat daerah memiliki keterhubungan erat dengan jaringan kekuasaan yang lebih luas dalam konteks sejarah Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....