Rangkaian Kata Indah dalam Puisi

  • 24 Feb 2026 22:01 WIB
  •  Surabaya

RRI. CO. ID, Surabaya - Program Tanjung Perak Malam Pro 4 RRI Surabaya kembali menghadirkan Obrolan Budaya dengan tema “Rangkaian Kata Indah dalam Puisi”. Siaran ini menghadirkan Ning Diana, penulis puisi, serta Cak Ries, pecinta budaya Nusantara. Dialog tersebut membahas bagaimana keindahan bahasa dalam puisi dibangun melalui kekuatan diksi, majas, dan rima yang selaras.

Dalam pemaparannya, Ning Diana menjelaskan bahwa rangkaian kata indah dalam puisi bukan sekadar permainan kata, tetapi perpaduan rasa, imaji, dan bunyi yang mampu menyentuh batin pembaca. “Puisi adalah cara merangkai perasaan menjadi bahasa. Rindu, cinta, bahkan sunyi bisa hidup melalui pilihan diksi yang tepat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa penggunaan kata-kata puitis seperti renjana (rasa hati yang kuat), arunika (cahaya matahari terbit), dan swastamita (matahari terbenam) mampu menghidupkan suasana dan memperdalam makna.

Menurutnya, keindahan puisi juga terletak pada kemampuannya menghadirkan gambaran konkret. “Daripada menulis ‘dia cantik’, akan lebih berkesan jika ditulis ‘wajahnya sejuk seperti hujan pertama di Oktober’. Imaji itu membuat pembaca bisa membayangkan dan merasakan,” jelasnya.

Ia mencontohkan pula bagaimana kalimat seperti “Dersik angin malam membawa aromamu dalam renjana yang sunyi” dapat membangun suasana yang lembut sekaligus emosional.

Sementara itu, Cak Ries menyoroti bahwa kekayaan diksi dalam puisi merupakan bagian dari khazanah budaya Nusantara. Ia menilai bahasa bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga identitas. “Lewat puisi, kita merawat budaya tutur dan memperkaya kosakata yang mungkin jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari,” katanya. Ia juga menekankan pentingnya generasi muda untuk berani mengeksplorasi bahasa agar sastra tetap hidup dan berkembang.

Dialog ini tidak hanya mengulas teori, tetapi juga memberikan motivasi kepada pendengar untuk mulai menulis. Dengan memahami kekuatan diksi, majas, dan rima, siapa pun dapat menciptakan bait yang indah dan bermakna.

Melalui Obrolan Budaya ini, RRI Surabaya berharap puisi dapat menjadi ruang ekspresi yang membangun sensitivitas rasa sekaligus melestarikan kekayaan bahasa Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....