Strategi Aman Minum Kopi Saat Puasa Ramadan

  • 20 Feb 2026 10:08 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan menjadi momen spiritual yang dinantikan banyak umat Muslim. Namun, bagi pecinta kopi yang terbiasa dengan asupan kafein harian, perubahan pola konsumsi ini bisa menjadi tantangan tersendiri.

Dilansir dari laman web cosmopolitan.co.id, minum kopi saat puasa sebenarnya tetap diperbolehkan, asalkan dilakukan dengan strategi yang tepat agar tubuh tidak mengalami dehidrasi atau gangguan lambung. Kopi mengandung kafein yang bekerja sebagai stimulan pada sistem saraf pusat sehingga membantu meningkatkan kewaspadaan.

Meski demikian, kopi memiliki sifat diuretik yang dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil dan berpotensi menyebabkan dehidrasi jika dikonsumsi berlebihan, terutama saat sahur tanpa diimbangi asupan air putih yang cukup. Selain itu, sifat asam pada kopi juga dapat merangsang produksi asam lambung, sehingga berisiko memicu iritasi ketika diminum dalam kondisi perut kosong saat berbuka.

Kunci utama menikmati kopi selama Ramadan adalah pengaturan waktu. Hindari minum kopi tepat saat berbuka puasa karena tubuh memerlukan hidrasi dan asupan karbohidrat sederhana terlebih dahulu. Jika ingin menikmati kopi, disarankan menunggu sekitar satu hingga dua jam setelah makan besar. Sementara saat sahur, konsumsi kopi sebaiknya dalam porsi kecil dan diimbangi tambahan dua gelas air putih untuk mencegah rasa haus berlebihan di siang hari.

Waktu yang relatif lebih aman untuk minum kopi adalah setelah salat Tarawih, sekitar pukul 20.00 hingga 21.00. Pada waktu tersebut, perut sudah terisi makanan dan masih terdapat jeda sebelum tidur, sehingga risiko gangguan lambung dan dehidrasi dapat diminimalkan. Selain itu, penting untuk mengurangi porsi konsumsi secara bertahap, memilih jenis kopi dengan kadar kafein lebih rendah, menambahkan susu untuk membantu menetralkan keasaman, serta menghindari gula berlebih agar tidak memicu sugar crash keesokan harinya.

Pada akhirnya, toleransi setiap orang terhadap kafein berbeda-beda. Jika selama puasa muncul gejala seperti jantung berdebar, cemas, sakit kepala berdenyut, atau nyeri ulu hati, sebaiknya segera mengurangi bahkan menghentikan konsumsi kopi. Tujuan utama puasa adalah menjaga kesehatan fisik sekaligus ketenangan batin, sehingga kebiasaan minum kopi perlu disesuaikan agar tidak mengganggu esensi ibadah Ramadan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....