Kedelai Naik Resahkan Pedagang Tahu Tempe

  • 14 Okt 2022 14:56 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Tuban : Akibat dari kenaikan Bahan Bakar Minyak diawal bulan September lalu, membuat harga bahan makanan juga mengalami kenaikan. Salah satu bahan makanan yang mengalami kenaikan di Kabupaten Lamongan, ialah kedelai.

Melonjaknya bahan dasar pembuatan tempe tahu ini, membuat pengusaha tempe dan tahu ini resah. Berdasarkan data dari Sistem Informasi Ketersediaan dan Pengembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbo) Jawa Timur, harga bahan dasar dalam pembuatan tempe dan tahu ini mencapai Rp 13.667 per kilogram.

Sutaji, salah satu pengusaha tempe di Kecamatan Laren, Lamongan. ini mengaku jika kenaikan kedelai yang cukup tinggi begitu berdampak kepada kegiatan usahanya. Namun, untuk mensiasati agar ia tidak mengalami kerugian, ia terpaksa harus mengecilkan ukuran produk tempenya, sehingga bahan dasar yang digunakan juga tidak terlalu banyak.

Ia mengungkapkan, meskipun harga kedelai dan beberapa bahan untuk memproduksi tempe mengalami kenaikan. Ia tidak menaikkan harga jual produknya di pasaran. Hal ini dilakukan Kayami agar pelanggannya tidak beralih ke produsen tempe dan tahu lainnya.

“ Saya tidak menaikkan harganya, nanti malah konsumen tidak jadi beli, makanya saya akali aja ukurannya saya kecilkan biar saya tetap mendapatkan untung. asal konsumen tahu kalau harganya masih sama” Ujarnya, Kamis (13/10/2022)

Taji, sapaan akrabnya juga mengatakan jika kenaikan harga kedelai ini, ia juga mengurangi jumlah produksinya. Jika biasanya ia memproduk 1 kwintal dalam sekali produksi, namun satat ini ia hanya bisa memproduksi 50-60 kilogram saja.

Dalam menjualkan hasil produksinya, Taji menjual kepada tengkulak. Harga tempe yang dijual mulai dari Rp 1.000 hingga Rp 3.000, tergantung dari ukuran tempe itu sendiri.

Namun keputusan yang diambil Taji untuk tidak menaikkan harga produksi, tidak diambil oleh Jaenah, produsen tahu asal Kecamatan Laren. Dengan kenaikan harga kedelai dan juga Bahan Bakar Minyak membuat ia dengan terpaksa harus menaikkan harga produknya.

“ Ya gimana lagi, kalau tidak dinaikkan ya kita malah rugi. Jadi ini menyesuaikan dengan harga sekarang.” Ujarnya.

ia mengatakan bahwa hasil produksinya, nanti di jua; ke pengusaha skala rumahan. Biasanya Jaenah menjual dengan harga Rp 28.00 per papannya, saat ini ia harus menaikkan menjadi Rp 30.000 per papannya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....