PT. TPS Lakukan Pelestarian Mangrove di Kawasan Pelabuhan Tanjung Perak

  • 11 Apr 2026 19:33 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya : PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) berupaya melakukan pelestarian ekosistem mangrove di lingkungan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya sebagai komitmen dalam menjaga keseimbangan antara aktivitas kepelabuhanan dan keberlanjutan lingkungan pesisir.

Pelestarian tersebut telah dilakukan secara konsisten sejak tahun 2010 dengan fokus rehabilitasi mangrove di sekitar wilayah operasional terminal. Program ini tidak hanya berfokus pada penanaman, tetapi juga mencakup pemeliharaan, pengayaan vegetasi serta perlindungan kawasan agar ekosistem mangrove dapat tumbuh secara alami dan berkelanjutan.

Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi, menyampaikan pelestarian ini merupakan bagian dari strategi keberlanjutan jangka panjang perusahaan. “Mangrove merupakan aset ekologis yang sangat penting bagi keberlanjutan pelabuhan. Pelestarian yang telah dijalankan sejak 2010 tidak hanya menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, tetapi juga memberikan manfaat nyata dalam mendukung operasional pelabuhan yang lebih ramah lingkungan,” ujar Erika dalam rilisnya kepada RRI Sabtu 11 April 2026.

Ekosistem mangrove di TPS saat ini berkembang sebagai habitat yang kaya dan berfungsi penting bagi beragam flora dan fauna pesisir. Selain menyediakan habitat alami, mangrove juga berperan strategis dalam merespon isu perubahan iklim melalui kemampuan sekuestrasi karbon yang tinggi.

Ia menambahkan kemampuan mangrove dalam menyerap dan menyimpan karbon menjadikannya sebagai carbon sink alami yang membantu mengurangi dampak emisi karbon dari aktivitas industri. “Sekuestrasi karbon oleh mangrove membantu mengurangi jejak karbon aktivitas pelabuhan dan memperkuat agenda dekarbonisasi perusahaan,” ungkapnya.

Upaya dekarbonisasi TPS juga diperkuat melalui pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT) dalam operasional terminal. TPS telah menggunakan energi listrik sebagai power supply untuk peralatan bongkar muat utama seperti Container Crane (CC) dan Rubber Tyred Gantry (RTG), sehingga mengurangi konsumsi energi berbasis fosil.

Selain itu, TPS juga mulai memanfaatkan listrik dari panel surya sebagai bagian dari transisi menuju energi yang lebih bersih dan efisien. “Integrasi antara pelestarian mangrove dan penggunaan energi bersih merupakan langkah nyata TPS dalam menurunkan emisi karbon. Kami percaya bahwa keberlanjutan lingkungan dan kinerja operasional dapat berjalan beriringan,” ucapnya.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠TPS memandang pelestarian mangrove sebagai investasi lingkungan jangka panjang yang memberikan manfaat ekologis, sosial, dan operasional. Perusahaan berkomitmen untuk terus menjaga dan memperkuat ekosistem pesisir, sekaligus mengembangkan inisiatif dekarbonisasi dan transisi energi sebagai bagian dari visi Smart and Green Port.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....