Pangdam V/Brawjaya Puji Muhammadiyah Organisasi Modern dan Moderat

  • 31 Jan 2023 21:38 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Surabaya: Pada lawatannya ke kantor Pimpinan Wilayah MuhammadiyahJawa Timur di Jalan Kertomenanggal N/1 Surabaya, Selasa (31/1/2023), Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf memuji langkah-langkah organisasi yang didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan ini. Pangdam V menyatakan bahwa Muhammadiyah adalah organisasi yang luar biasa, modern dan moderat serta mampu menyampingkan ego sektoral.

“Itu terbukti dengan terlibat aktifnya Muhammadiyah dalam peringatan hari lahir 1 abad Nahdlatul Ulama di Sidoarjo beberapa waktu mendatang dengan menyediakan layanan kesehatan berupa ambulance dan paramedis,” sebut Mayjen TNI Farid Makruf.

Kedatangan mantan Kepala Penerangan Kopassus itu diterima Ketua PW Muhammadiyah Jatim Dr. dr. Sukadiono, MM yang didampingi beberapa Wakil Ketua, Dr Hidayatullsh, Dr Syamsudin, MA, dan Dr. Muhammad Sholihin M. PSDM.

Dokter Suko sapaan Ketua PW/IM Jatim menyampaikan selamat datang Pangdam V/Brawiaya Mayjen Farid Makruf.

Pangdam V juga menyampaikan bahwa sebagai pimpinan baru di Kodam V/Brawijaya ia harus kulo nuwun kepada tuan rumah.

"Saya ke sini untuk memohon doa dan dukungan dan Muhammadiyah. Saya baru saja sertijab sebagai Pangdam V/ Brawijava. Sava yakin tidak ada manusia super dan tidak ada lembaga super body, Maka saya moon doa dari ulama Muhammadiyah supaya dalam menjabat bisa bekerja dengan baik,” ujamya.

Perwira tinggi asal Tanah Merah, Bangkalan itu pun memohon petunjuk, saran, dan arahan dari pimpinan Muhammadiyah untuk bersama-sama bisa mendukung perbangunan dan kemajuan Jawa Timur. Terutama dalam pembinaan sumber daya manusia dan pembinaan keagamaan. la juga mengajak Muhammadiyah untuk bersinergi dengan lambaga yang dipimpinnya.

Farid Makruf juga memandang, Muhammadiyah adalah organisasi yang sangat moderat an modern dalam berorganisasi. Para pimpinannya juga dikenal legowo dan berbesar hati.

"Kalau tidak legowo dan bebesar hati, ticak mungkin Katua PW Aisyiah lama bisa duduk bersama dengan ketua baru,” selorohnya.

Menyahuti pernyataan Pangdam itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya itu lalu memaparkan tentang lima doktrin Muhammadiyah, yakni ketauhidan, menggerakkan pencerdasan bangsa, memobilisasi pendinian amal usaha, terbuka bekerja sama dengan siapapun, dan menjauhi politik praktis.

Suko menegaskan sikap Muhammadiyah terhadap kekuasaan dan pemerintah adalah kitis dan kooperatif. Sebaliknya, Muhammadiyah bukan besikap konfrontatif dan kontradiktif.

"Insyallah, kami akan terus memberikan masukan yang baik kepada pemerintah, tandasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....