Sebanyak 60 Persen Generasi Muda Belum Konsisten Menabung
- 17 Okt 2024 13:12 WIB
- Surabaya
KBRN, Surabaya: Sebanyak 60 persen generasi muda belum konsisten mengalokasikan dana secara khusus untuk menabung. Hal ini berdasarkan hasil studi Katadata Insight Center, yang mengungkapkan bahwa hanya sekitar 40% responden generasi muda yang konsisten mengalokasikan dana secara khusus untuk menabung.
Bahkan, separuh dari responden tersebut menyatakan bahwa tabungan yang disisihkan dari 1-20% penghasilannya, hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama 3 bulan ke depan.
Pentingnya budaya menabung pun terus digalakkan pemerintah, salah satunya melalui Hari Indonesia Menabung yang jatuh setiap 20 Agustus. Selain itu, kehadiran berbagai inovasi layanan perbankan, seperti bank digital, juga diharapkan dapat turut mendorong budaya menabung pada generasi muda.
Namun, studi dari Populix justru mengungkapkan bahwa lebih dari 50% generasi Z dan Y menggunakan bank digital hanya untuk transaksi, sementara hanya 36% yang menggunakannya untuk menabung.
Menanggapi fenomena tersebut, salah satu pelaku perbankan digital Krom Bank, menjelaskan jika telah merancang produk dan layanan perbankan digitalnya agar tidak hanya mampu menjadi solusi yang relevan dengan gaya hidup dan kebutuhan generasi muda, namun juga membantu dalam menabung dan investasi menjadi lebih seamless.
Presiden Direktur PT Krom Bank Indonesia Tbk Anton Hermawan menjelaskan meskipun terkesan sederhana, konsistensi menabung merupakan fondasi yang perlu dibangun kuat sebelum mengakses produk keuangan lainnya seperti investasi.
"Menabung bukan hanya tentang menyisihkan uang, tetapi juga tentang membangun disiplin dan kebiasaan yang baik untuk masa depan yang lebih terencana. Di kalangan anak muda, kami melihat mereka cenderung menabung dengan tujuan spesifik, seperti untuk liburan, membeli gadget, pendidikan lanjutan, atau down payment rumah. Ini hal yang baik, karena punya tujuan yang jelas membantu mereka lebih disiplin," katanya, dalam rilis, Kamis (17/10/2024).
Aplikasi mobile yang user friendly dan terintegrasi sendiri menjadi keharusan bagi generasi muda. Kehadiran teknologi di industri keuangan sudah selayaknya mampu menjadi pendorong bagi generasi muda untuk mengelola keuangan.
"Di tengah tekanan budaya konsumerisme yang kuat saat ini, kebiasaan menabung semakin krusial bagi generasi muda. Oleh karena itu, membangun kebiasaan menabung bagi generasi muda pun tidak hanya dengan edukasi, namun juga inovasi layanan keuangan yang menyenangkan dan mampu menjadi bagian dari gaya hidup mereka. Kami percaya bahwa kolaborasi edukasi dan inovasi tersebut mampu menumbuhkan kebiasaan menabung yang berkelanjutan di generasi muda Indonesia untuk mencapai tujuan finansial mereka," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....