Hewan Berkantung dengan Segudang Keunikan, 5 Fakta Menarik tentang Kanguru
- 07 Okt 2026 09:34 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Kanguru merupakan salah satu hewan yang paling identik dengan Australia. Tubuhnya yang kuat, kaki belakang yang besar, serta kebiasaannya berpindah dengan cara melompat membuat kanguru mudah dikenali. Namun, sebenarnya kanguru berasal dari kawasan Australia dan New Guinea (Papua). Jadi, kanguru bukan hanya hewan asli Australia.
Secara sederhana dijelaskan bahwa Australia merupakan habitat utama berbagai jenis kanguru, termasuk kanguru merah dan kanguru abu-abu. Papua dan Papua Nugini juga menjadi habitat sejumlah jenis kanguru pohon (Dendrolagus). Di Indonesia, beberapa kanguru pohon hidup di wilayah Papua, termasuk kanguru pohon mbaiso atau dingiso (Dendrolagus mbaiso).
Seperti mengutip dari website ksdae.menlhk.go.id Pemerintah Indonesia melalui KLHK juga mencatat beberapa jenis kangguru pohon, seperti kangguru pohon ndomea, hias, wakera, mbaiso, dan nemena dalam daftar satwa dilindungi.
Namun, di balik penampilannya yang khas, hewan berkantung ini memiliki sejumlah fakta menarik yang mungkin belum banyak diketahui. Mengutip dari website https://australian.museum berikut ini fakta menarik tentang kanguru yaitu:
Bayi kanguru lahir dengan ukuran sangat kecil: salah satu fakta paling menarik dari kanguru adalah proses kelahirannya. Anak kanguru lahir dalam kondisi sangat kecil dan belum berkembang sempurna. Kaki depannya sudah cukup berkembang untuk membantu anak tersebut melakukan perjalanan menuju kantong induknya.
Kantong bukan sekadar tempat membawa anak: kantong pada kanguru memiliki fungsi penting dalam perkembangan anak. Di dalam kantong tersebut anak kanguru mendapatkan perlindungan sekaligus nutrisi dari induknya. Hal ini menunjukkan bahwa kelahiran bukanlah akhir dari proses perkembangan anak kanguru. Justru, sebagian besar perkembangan awalnya berlangsung setelah anak berada di luar tubuh induk.
Kanguru memiliki kemampuan menunda perkembangan embrio: fakta menarik lainnya terdapat pada sistem reproduksi kanguru. Kanguru merah betina memiliki kemampuan yang disebut embryonic diapause, yaitu menunda perkembangan embrio. kanguru merah betina dapat menunda kelahiran calon anak hingga anak sebelumnya meninggalkan kantong. Mekanisme ini memungkinkan induk menyesuaikan reproduksinya dengan kondisi perkembangan anak dan lingkungan.
Kanguru pohon juga tercatat dalam sumber pemerintah Indonesia: kanguru ternyata bukan hanya ditemukan dalam pembahasan mengenai satwa Australia. Beberapa jenis kangguru pohon juga terdapat di kawasan Papua dan tercantum dalam publikasi pemerintah Indonesia.
Ekor kanguru berfungsi sebagai penyeimbang: ekor panjang dan berotot menjadi salah satu ciri khas kanguru. Namun, ekor tersebut bukan hanya berfungsi sebagai bagian tubuh untuk menjaga penampilan. Namun ekor kanguru digunakan untuk menjaga keseimbangan ketika melompat. Ketika bergerak lebih lambat, ekornya bahkan dapat berfungsi seperti anggota tubuh tambahan atau “kaki kelima”.
Berbagai fakta tersebut menunjukkan bahwa kanguru bukan sekadar hewan yang terkenal karena kemampuan melompat. Struktur tubuh, ekor, kaki belakang, sistem reproduksi, hingga cara merawat anak merupakan bentuk adaptasi yang membantu mereka bertahan hidup. Selain itu, keberadaan kanguru pohon di Papua menunjukkan bahwa kelompok kanguru juga memiliki keragaman yang berkaitan dengan wilayah Indonesia. Karena itu, pengetahuan mengenai satwa tersebut penting untuk meningkatkan kesadaran terhadap keanekaragaman hayati dan upaya konservasinya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....