Parfum di Pergelangan Tangan, Benarkah Lebih Awet?

  • 03 Okt 2026 20:35 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Menyemprotkan parfum di pergelangan tangan atau tengkuk leher menjadi kebiasaan yang banyak dilakukan untuk membuat aroma lebih tahan lama. Namun, apakah lokasi penyemprotan tersebut memang berpengaruh terhadap penyebaran dan ketahanan aroma parfum?

The Fragrance Foundation menjelaskan, parfum dapat diaplikasikan pada pulse points atau titik nadi, termasuk area tubuh yang memiliki panas lebih tinggi. Pergelangan tangan dan leher menjadi beberapa bagian yang kerap digunakan untuk mengaplikasikan parfum.

“Gunakan pada titik nadi, tempat panas tubuh menyebarkan aroma,” demikian penjelasan The Fragrance Foundation dalam materi edukasinya mengenai penggunaan fragrance.

Dengan demikian, menyemprotkan parfum di pergelangan tangan atau area leher bukan sekadar kebiasaan tanpa alasan. Panas tubuh pada titik tersebut membantu aroma lebih mudah menyebar setelah parfum diaplikasikan.

Namun, ketahanan parfum tidak hanya ditentukan oleh lokasi penyemprotan. The Fragrance Foundation juga menjelaskan konsep layering, yakni penggunaan fragrance dalam beberapa bentuk, seperti parfum yang dipadukan dengan sabun atau losion, sebagai bagian dari pembelajaran mengenai penggunaan fragrance untuk pemakaian yang lebih lama.

Artinya, cara menggunakan parfum dapat disesuaikan dengan produk yang digunakan. Mengaplikasikan parfum pada kulit yang telah diberi pelembap tanpa aroma juga dapat menjadi pilihan bagi orang yang ingin menjaga kelembapan kulit sekaligus menggunakan fragrance.

Meski demikian, penggunaan parfum langsung pada kulit perlu memperhatikan reaksi masing-masing orang. American Academy of Dermatology atau AAD menyebut fragrance sebagai salah satu penyebab umum contact dermatitis atau dermatitis kontak akibat reaksi terhadap bahan yang menyentuh kulit.

“Fragrance adalah salah satu penyebab paling umum dermatitis kontak,” demikian keterangan American Academy of Dermatology dalam penjelasannya mengenai kondisi tersebut.

AAD menjelaskan, reaksi tersebut dapat muncul pada bagian kulit yang terkena produk berpewangi. Gejalanya antara lain kulit gatal, kemerahan, kering, terasa terbakar atau menyengat, hingga muncul lepuhan.

Karena itu, bagi yang memiliki kulit sensitif atau pernah mengalami reaksi setelah menggunakan produk berpewangi, penggunaan parfum sebaiknya dilakukan lebih hati-hati. AAD menyarankan produk perawatan kulit yang baru untuk diuji terlebih dahulu pada area kecil sebelum digunakan secara lebih luas.

Jadi, menyemprotkan parfum di pergelangan tangan maupun leher memang memiliki dasar karena bagian tersebut termasuk titik nadi. Namun, lokasi semprot bukan satu-satunya faktor yang menentukan pengalaman penggunaan parfum. Jenis fragrance, cara pemakaian, kondisi kulit, serta kecocokan produk dengan kulit juga perlu diperhatikan agar aroma tetap nyaman digunakan tanpa mengabaikan kesehatan kulit.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....