IADO Perkuat Pengawasan Anti-Doping jelang Asian Games 2026

  • 18 Sep 2026 09:49 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya — Indonesia Anti-Doping Organization atau IADO memperkuat pengawasan terhadap atlet Indonesia yang dipersiapkan tampil pada Asian Games 2026. Pengawasan anti doping menjadi bagian penting dalam persiapan kontingen Indonesia, tidak hanya untuk mencegah pelanggaran aturan, tetapi juga memastikan prestasi diraih secara bersih dan sportif.

Dalam dialog Aspirasi Surabaya Pagi Ini, Jum'at, 18 September 2026, Ketua Umum IADO, Gatot S. Dewa Broto menekankan bahwa kesiapan atlet menghadapi Asian Games tidak hanya berkaitan dengan kemampuan fisik dan teknik, tetapi juga pemahaman terhadap aturan anti-doping.

"IADO akan terus mengawal atlet Indonesia agar memahami dan mematuhi seluruh ketentuan anti doping. Pengawasan dan edukasi perlu dilakukan sejak masa persiapan sehingga atlet dapat bertanding dengan aman, bersih, dan tetap menjaga integritas olahraga," ujarnya.

Selain pengawasan, IADO mendorong peningkatan edukasi kepada atlet, pelatih, tenaga medis, dan ofisial. Pemahaman mengenai zat dan metode yang dilarang menjadi penting agar atlet tidak melakukan pelanggaran, termasuk akibat penggunaan obat atau suplemen yang tidak diperiksa terlebih dahulu.

Gatot menilai peran lingkungan sekitar atlet juga sangat penting dalam mencegah pelanggaran doping. "Pencegahan doping bukan hanya tanggung jawab atlet. Pelatih, dokter, tenaga medis, dan ofisial juga harus memahami aturan sehingga dapat memberikan pendampingan yang tepat kepada atlet, terutama dalam penggunaan obat dan suplemen," ujarnya.

Dalam persiapan menuju Asian Games 2026, IADO juga memperkuat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan olahraga. Langkah ini diperlukan agar pengawasan dan edukasi anti-doping dapat berjalan secara menyeluruh.

"Kami membutuhkan kerja sama semua pihak. Pengawasan anti-doping harus menjadi bagian dari sistem pembinaan olahraga nasional, sehingga atlet tidak hanya siap secara prestasi, tetapi juga siap mengikuti seluruh aturan yang berlaku di tingkat internasional," ujarnya.

Asian Games 2026 menjadi kesempatan bagi atlet Indonesia untuk menunjukkan kemampuan di tingkat Asia. Namun, pencapaian prestasi juga harus berjalan seiring dengan komitmen terhadap sportivitas dan integritas.

IADO mengingatkan atlet agar tidak menjadikan doping sebagai jalan pintas untuk meningkatkan performa. "Kami ingin atlet Indonesia mengejar prestasi setinggi-tingginya dengan cara yang benar. Medali tentu penting, tetapi proses untuk mendapatkannya juga harus bersih dan sesuai dengan semangat fair play," katanya.

Dengan pengawasan, edukasi, dan koordinasi yang dilakukan sejak masa persiapan, IADO berupaya mendukung terciptanya kompetisi yang adil sekaligus melindungi atlet Indonesia dari risiko pelanggaran anti-doping. Sebab, prestasi di Asian Games 2026 bukan hanya tentang perolehan medali, tetapi juga bagaimana atlet Indonesia menunjukkan perjuangan dengan menjunjung tinggi sportivitas, integritas, dan semangat olahraga bersih.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....