Mahmudi, Pengurus Masjid yang Kini Pimpin Kemenhaj Jatim
- 02 Sep 2026 18:33 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Perjalanan pengabdian Dr. Mahmudi, S.Ag., M.A., di bidang keagamaan dan pelayanan masyarakat telah berlangsung panjang, jauh sebelum ia dipercaya memimpin Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Timur. Dalam program Moment Inspirasi (Momins) Pro 1 RRI Surabaya, Rabu 2 Agustus 2026, Mahmudi menceritakan kiprahnya di tengah masyarakat, termasuk saat terlibat dalam kepengurusan masjid di Bali.
"Perjalanan karier saya dimulai dari salah satu masjid di Bali. Di masjid itu, saya memulai karier sebagai pengurus masjid, kemudian dari lingkungan masjid, pengabdian saya berkembang ke bidang birokrasi dan pendidikan keagamaan melalui Kementerian Agama," ujarnya.
Pada 2022, Mahmudi tercatat sebagai Kepala Bidang Pendidikan Islam Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali. Dalam posisi tersebut, ia terlibat dalam berbagai program peningkatan kualitas pendidikan Islam dan madrasah di Bali. Dalam salah satu kegiatan pendidikan, ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan pendidikan.
Tidak berhenti di bidang pendidikan, perjalanan karier Mahmudi kemudian berlanjut pada bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah. Ia menceritakan bahwa pada Oktober 2024, terjadi perubahan posisi di lingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali. Mahmudi yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Pendidikan Islam, dipercaya menduduki jabatan Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah. Peralihan tersebut menjadi babak penting dalam perjalanan profesional Mahmudi.
Sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Timur, Mahmudi menjelaskan saat ini pihaknya mulai memperkuat persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1448 Hijriah atau 2027 Masehi.
Ia menyebut terdapat tiga agenda utama yang menjadi perhatian, yakni kesiapan petugas haji, penguatan kesehatan atau istithaah jemaah, serta persiapan Embarkasi Haji Bandara Dhoho Kediri.
"Jumlah Jamaah Calon Haji yang berangkat dari Jawa Timur ini sangat luar biasa banyak. Bahkan mencapai 42 ribu orang lebih. Untuk itu, persiapan perlu dilakukan sejak dini dengan memperkuat koordinasi antarlembaga," jelasnya.
Mahmudi mengatakan pihaknya terus melakukan persiapan sejak dini untuk penyelenggaraan ibadah haji 1448 H/2027 M. Salah satunya dengan membuka Embarkasih baru, yakni pengoperasian Bandara Dhoho Kediri pada musim haji 2027 mendatang.
"Ada tiga hal yang menjadi perhatian utama, yaitu kesiapan petugas, istithaah kesehatan jemaah, dan persiapan Embarkasi Dhoho Kediri. Nantinya tidak hanya membuka keberangkatan melalui bandara Dhoho saja, tetapi juga mempersiapkan penginapan untuk jamaah calon haji yang akan berangkat melalui Kediri," jelasnya.
Selain persiapan teknis, Kemenhaj Jawa Timur juga menekankan pentingnya kualitas petugas haji. Petugas diharapkan memiliki kompetensi, integritas, serta kemampuan memberikan pelayanan dan perlindungan kepada jemaah.
Sebelumnya, Mahmudi juga menegaskan komitmennya untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan haji di Jawa Timur. Ia menyebut Jawa Timur memiliki peran strategis karena menjadi salah satu wilayah dengan jumlah jemaah haji yang besar.
Dengan persiapan yang dilakukan lebih awal, Kementerian Haji dan Umrah Jawa Timur berharap seluruh unsur penyelenggaraan haji dapat dipersiapkan secara lebih matang, sehingga pelayanan kepada jemaah semakin aman, nyaman, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan jemaah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....