Firman Syah Ali, Menapaki Perjalanan Karier dari Organisasi hingga Dunia Akademik
- 01 Sep 2026 15:58 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Perjalanan karier Firman Syah Ali menjadi bukti bagaimana pengalaman berorganisasi dapat menjadi bagian penting dalam membangun kapasitas, kepemimpinan, sekaligus memperluas ruang pengabdian di tengah masyarakat.
Dalam program Moment Inspirasi (Momins) Pro 1 RRI Surabaya, Selasa, 1 September 2026, Firman Syah Ali yang saat ini aktif sebagai Pengurus Pusat Majelis Alumni IPNU dan Pengurus Pusat Asosiasi Dosen Pergerakan (ADP), menceritakan kisah hidupnya. Baginya, dua peran tersebut membuktikan kiprahnya yang tidak hanya berada di lingkungan organisasi, tetapi juga bersinggungan dengan dunia pendidikan dan akademik.
"Saya melihat perjalanan karier ini sebagai sebuah proses yang panjang. Ada banyak pengalaman, pembelajaran, dan tantangan yang justru membentuk kita menjadi lebih matang dalam menjalankan amanah. Terlebih saya mengemban tugas yang berat, karena menyandang nama Mahfud MD. Sehingga sebagai keponakan Pak Mahfud MD, saya mengemban tugas yang berat, agar jangan sampai saya salah melangkah" ujarnya.
Bagi Firman, organisasi menjadi salah satu ruang untuk belajar memahami persoalan, membangun komunikasi, serta berinteraksi dengan berbagai kalangan. Pengalaman tersebut menjadi bekal dalam menjalankan tanggung jawab yang lebih luas.
"Perjalanan itu tidak dibangun dalam waktu singkat. Keterlibatan dalam organisasi menuntut proses, konsistensi, dan kemampuan untuk menjaga kepercayaan yang diberikan, serta kontribusi nyata untuk mengubah bangsa ke arah yang lebih baik," jelasnya.
Menurutnya, pengalaman berorganisasi tidak hanya berbicara mengenai struktur maupun jabatan. Lebih dari itu, organisasi menjadi tempat untuk membangun karakter, belajar mengambil keputusan, sekaligus memahami pentingnya kerja bersama.
Dalam menjalankan aktivitasnya di Majelis Alumni IPNU, Firman berada dalam lingkungan yang memiliki keterkaitan dengan perjalanan kaderisasi dan pengembangan jaringan alumni. Ruang tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga hubungan antarkader sekaligus memperkuat kontribusi alumni di berbagai bidang.
Sementara melalui Asosiasi Dosen Pergerakan, kiprahnya bersentuhan dengan kalangan akademisi. Dunia akademik memberikan tantangan tersendiri karena tidak hanya membutuhkan kemampuan profesional, tetapi juga mendorong lahirnya gagasan dan kontribusi yang dapat dirasakan masyarakat.
"Dunia akademik memiliki tanggung jawab yang besar. Pengetahuan tidak cukup hanya disampaikan, tetapi juga harus bisa memberikan manfaat dan menjawab kebutuhan masyarakat," jelasnya.
Firman memandang dunia pendidikan memiliki posisi strategis dalam membangun sumber daya manusia. Karena itu, keterlibatan dosen dan akademisi menurutnya tidak berhenti di ruang kelas, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kegiatan sosial, pengembangan pemikiran, serta kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat.
Bagi Firman, pengalaman organisasi menjadi salah satu proses yang membantu membentuk kemampuan kepemimpinan. Berhadapan dengan berbagai karakter dan pemikiran membuat seseorang dituntut mampu mendengar, berdialog, serta mencari titik temu.
Pengalaman tersebut juga menjadi modal ketika harus menjalankan amanah di tingkat organisasi yang lebih luas. Ia menilai, seorang organisator tidak cukup hanya memiliki kemampuan berbicara. Kemampuan membangun komunikasi, memahami persoalan, serta bekerja bersama menjadi bagian penting dalam menjalankan roda organisasi.
Firman menilai, kolaborasi antara organisasi, akademisi, dan masyarakat menjadi hal penting untuk menjawab berbagai persoalan yang berkembang.
"Saya kira organisasi dan akademik tidak perlu berjalan sendiri-sendiri. Keduanya bisa saling menguatkan. Pengalaman di organisasi dapat memperkaya perspektif akademik, sementara pengetahuan akademik juga dapat memberikan dasar yang lebih kuat dalam menjalankan pengabdian," ujarnya.
Perjalanan karier yang telah dilalui juga tidak membuat Firman berhenti belajar. Justru semakin besar tanggung jawab yang diemban, semakin besar pula tuntutan untuk meningkatkan kapasitas diri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....