Sejarah Pasar Pabean, Pasar Legendaris dan Pusat Perdagangan Ikan serta Rempah
- 28 Agt 2026 15:23 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Surabaya memiliki banyak kawasan perdagangan yang menyimpan cerita panjang tentang perkembangan kota. Salah satunya adalah Pasar Pabean, pasar tradisional yang berada di kawasan Jalan Songoyudan, Kelurahan Nyamplungan, Kecamatan Pabean Cantian, Surabaya. Pasar ini dikenal sebagai salah satu pasar legendaris di Kota Surabaya dan memiliki peran penting dalam aktivitas perdagangan sejak masa kolonial.
Pasar Pabean telah dikenal sejak abad ke-19. Menurut Perusahaan Daerah Pasar Surya, pasar ini sudah ada sejak 1849 dan menempati bangunan tua di Jalan Songoyudan. Lokasinya sangat strategis karena berada di kawasan perdagangan yang berdekatan dengan Pelabuhan Rakyat Kalimas.
Kedekatan dengan jalur perdagangan air tersebut membuat Pasar Pabean berkembang menjadi tempat berkumpul dan didistribusikannya berbagai komoditas. Pada masa lalu, pasar ini terkenal sebagai pusat perdagangan rempah-rempah dan berbagai kebutuhan dapur. Komoditas seperti bawang merah, bawang putih, bawang bombai, cabai, serta rempah-rempah lainnya diperdagangkan dalam jumlah besar.
Menurut Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya, Pasar Pabean sebagai salah satu pusat perdagangan kota. Pasar Pabean berkembang sejak era kolonial dan kemudian mengalami berbagai perubahan serta modernisasi seiring perkembangan Kota Surabaya.
Seiring perkembangan perdagangan di Surabaya, komoditas yang diperjualbelikan di Pasar Pabean semakin beragam. Selain rempah dan bahan pangan, pasar ini kemudian berkembang menjadi salah satu pusat perdagangan ikan yang penting.
Letaknya yang dekat dengan kawasan Kalimas dan Pelabuhan Tanjung Perak menjadi salah satu faktor yang mendukung perkembangan perdagangan hasil laut. Ikan dari berbagai wilayah dapat didistribusikan melalui jalur perdagangan menuju Pasar Pabean.
Penelitian Muhammad Farid dalam jurnal BioKultur Universitas Airlangga menyebutkan bahwa Pasar Pabean merupakan pasar ikan laut terbesar dan tertua di Kota Surabaya. Aktivitas distribusi ikan di dalamnya melibatkan pemasok, pedagang besar atau juragan, pedagang kecil atau bakul, hingga konsumen eceran.
Dengan jaringan perdagangan tersebut, Pasar Pabean tidak hanya berfungsi sebagai tempat bertemunya penjual dan pembeli, tetapi juga menjadi bagian dari rantai distribusi ikan bagi masyarakat Surabaya dan daerah sekitarnya.
Pasar Pabean dikenal terutama karena perdagangan ikan dan rempah-rempah. Berbagai jenis ikan laut maupun ikan air tawar dapat ditemukan di kawasan ini. Selain ikan, komoditas lain seperti udang, bandeng, cumi-cumi, kepiting, bawang, cabai, dan berbagai kebutuhan dapur juga menjadi bagian dari aktivitas perdagangan pasar.
Pasar Surya menyebut Pasar Pabean sebagai salah satu ikon pasar ikan terbesar di Jawa Timur. Keberadaan berbagai komoditas tersebut menunjukkan bahwa pasar ini memiliki fungsi ekonomi yang cukup penting bagi pedagang, pembeli, maupun pelaku usaha yang memperoleh bahan baku dari kawasan tersebut.
Pasar Pabean bukan hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga mempunyai nilai sejarah dan arsitektur. Bangunan pasar merupakan bagian dari kawasan kota lama Surabaya yang berkembang sejak masa kolonial.
Pada 1938 pemerintah kolonial melakukan pembangunan terhadap Pasar Pabean. Bangunan yang sebelumnya menggunakan konstruksi kayu atau berbentuk pasar krempyeng kemudian diubah menjadi bangunan beton dengan gaya arsitektur Art Deco, yang populer pada masa tersebut.
Keberadaan bangunan lama tersebut membuat Pasar Pabean memiliki daya tarik tersendiri. Pasar ini menjadi salah satu bagian dari jejak sejarah perkembangan kawasan perdagangan Surabaya.
Hingga sekarang, Pasar Pabean tetap memiliki peranan dalam kegiatan ekonomi masyarakat. Pedagang besar dan pedagang kecil melakukan transaksi berbagai kebutuhan pangan, sementara masyarakat memanfaatkan pasar tersebut untuk memperoleh bahan makanan.
Aktivitas pedagang ikan laut di Pasar Pabean menunjukkan adanya hubungan ekonomi dan sosial antara pemasok, pedagang besar, pedagang kecil, dan pembeli. Hal tersebut memperlihatkan bahwa keberadaan pasar tradisional tidak hanya berkaitan dengan kegiatan jual beli, tetapi juga membentuk jaringan sosial dan ekonomi yang berlangsung dari waktu ke waktu.
Pasar Pabean merupakan salah satu contoh bagaimana pasar tradisional mampu bertahan di tengah perubahan kota. Dari tempat perdagangan rempah-rempah pada masa lalu, Pasar Pabean berkembang menjadi pusat perdagangan ikan, bahan pangan, dan berbagai kebutuhan masyarakat.
Keberadaannya juga tidak dapat dipisahkan dari sejarah kawasan pesisir Surabaya, khususnya hubungan antara pasar, Kali Mas, dan Pelabuhan Tanjung Perak. Jalur perdagangan tersebut turut membantu menjadikan Surabaya sebagai salah satu pusat perdagangan penting di Jawa Timur.
Karena nilai sejarah dan perannya dalam kehidupan ekonomi masyarakat, Pasar Pabean layak dipandang bukan sekadar sebagai pasar tradisional, tetapi juga sebagai bagian dari warisan sejarah perdagangan Kota Surabaya. Keberadaan pasar ini menjadi pengingat bahwa perkembangan sebuah kota tidak hanya tercermin melalui gedung-gedung modern, tetapi juga melalui pasar-pasar lama yang tetap hidup dan menjalankan fungsi ekonominya hingga sekarang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....