Canyoning di Coban Srengenge: Sensasi Menaklukkan Air Terjun yang Digemari
- 25 Agt 2026 09:39 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Malang - Canyoning atau canyoneering kini menjadi pilihan petualangan bagi anak muda yang ingin menjajal wisata ekstrem, dengan menyusuri ngarai dan aliran sungai pegunungan, sekaligus memacu adrenalin lewat aktivitas seperti memanjat, berenang hingga menuruni air terjun. Sensasi itu bisa dirasakan di kawasan Coban Srengenge, Desa Tirtomarto, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, dengan tantangan waterfall rappelling menuruni air terjun setinggi sekitar 20 hingga 50 meter.
Dicky Surya dari Senang Wisata Malang mengatakan, canyoning menjadi salah satu pilihan wisata petualangan yang semakin diminati karena menawarkan pengalaman langsung berhadapan dengan alam sekaligus menguji keberanian peserta.
“Yang menarik dari kegiatan ini adalah peserta tidak hanya menikmati pemandangan air terjun, tetapi juga belajar teknik rappelling dan merasakan langsung tantangan menuruni tebing air terjun,” ujarnya.
Untuk mengikuti kegiatan tersebut, peserta dikenakan biaya mulai dari Rp260 ribu per orang. Harga tersebut sudah mencakup sejumlah fasilitas, antara lain peralatan keselamatan waterfall rappelling, dokumentasi foto dan video, tiket masuk Coban Srengenge, snack, perlengkapan P3K, pengamanan tim, helm, sarung tangan, pelindung lutut dan siku, sepatu, helm, makan siang serta parkir kendaraan.

Kegiatan dimulai sejak pukul 07.00 WIB. Peserta berkumpul di area parkir Coban Srengenge, kemudian diwajibkan sarapan terlebih dahulu sebelum mengikuti aktivitas rappelling.
Selanjutnya, peserta mendapatkan briefing mengenai pengenalan peralatan, standar operasional prosedur (SOP), teknik penggunaan alat, serta melakukan senam atau warming up. Sekitar pukul 09.00 WIB, kegiatan waterfall rappelling dimulai.
“Kami batasi setiap hari hanya 20 peserta saja. Nantinya para peserta terlebih dahulu melakukan trekking sekitar lima menit menuju bibir air terjun. Peserta kemudian turun secara bergantian, dua orang dalam satu sesi, dengan pendampingan guide rescue yang berada di tengah jalur untuk memastikan keamanan,” ujarnya.
Di tengah perjalanan menuruni air terjun, peserta juga diberi kesempatan berhenti sejenak untuk mengabadikan pengalaman melalui foto dan video.
Setelah seluruh peserta menguasai teknik rappelling, mereka dapat mengulangi aktivitas tersebut untuk sesi kedua dengan turun secara mandiri. Namun, pelaksanaan sesi kedua tetap bergantung pada kondisi cuaca dan debit air. Jika kondisi tidak memungkinkan atau terjadi banjir, aktivitas tidak dilanjutkan.
“Keselamatan tetap menjadi prioritas. Jadi peserta bisa melakukan rappelling dua kali apabila kondisi cuaca mendukung dan debit air aman,” jelasnya.
Setelah kegiatan selesai, sekitar pukul 11.00 WIB peserta berganti pakaian dan peralatan dibersihkan sebelum rombongan meninggalkan lokasi.
Selain perlengkapan keselamatan dan dokumentasi, kegiatan ini juga menawarkan pengalaman sosial bagi peserta. Penyelenggara bahkan memasukkan “teman baru” dan “jodoh bila beruntung” sebagai bagian dari pengalaman perjalanan.
Meski menawarkan tantangan dan keseruan, peserta tetap diwajibkan mempersiapkan perlengkapan pribadi seperti satu set pakaian ganti, pakaian outdoor atau baselayer, legging, alas kaki yang sesuai, serta sandal. Sepatu air juga dapat disediakan secara terbatas oleh tim.
Peserta juga diingatkan untuk tidak menggunakan cincin maupun membawa perhiasan emas seperti kalung dan gelang selama kegiatan. Barang berharga yang hilang menjadi tanggung jawab peserta.
Canyoning di Coban Srengenge menjadi salah satu alternatif wisata petualangan di Malang yang memadukan olahraga, rekreasi, dan eksplorasi alam. Dengan tantangan menuruni air terjun puluhan meter, aktivitas ini menawarkan pengalaman yang berbeda bagi anak muda yang ingin menguji keberanian sekaligus menikmati keindahan alam Ampelgading.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....