Mengenal Tembiluk, Hewan Laut Unik yang Hidup di Batang Mangrove

  • 10 Agt 2026 15:54 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki lebih dari 17.000 pulau. Wilayah perairan jauh lebih luas daripada daratan, menjadikan laut sebagai penghubung antar-pulau.

Selain itu, Indonesia kaya akan ragam budaya, suku bangsa, serta flora dan fauna. Salah satu ekosistem terdapat pada hutan mangrove. Ekosistem di Indonesia ternyata banyak menyimpan beragam kekayaan hayati yang belum banyak dikenal masyarakat.

Salah satunya adalah tembiluk, hewan laut yang memiliki bentuk menyerupai cacing, tetapi sebenarnya termasuk kelompok moluska atau kerang. Meski tampilannya bagi sebagian orang terkesan tidak biasa, tembiluk memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem mangrove.

Tembiluk hidup di dalam batang kayu mangrove yang telah mati atau lapuk. Hewan ini menggali kayu sekaligus memakannya sehingga membantu proses penguraian bahan organik secara alami. Karena kebiasaannya tersebut, tembiluk juga dikenal sebagai salah satu jenis shipworm atau "cacing kapal", meskipun secara ilmiah termasuk dalam kelompok kerang.

Keberadaan tembiluk menunjukkan bahwa ekosistem mangrove masih berfungsi dengan baik. Kayu-kayu yang mati tidak hanya menjadi tempat hidup berbagai organisme, tetapi juga menjadi sumber makanan bagi tembiluk.

Aktivitasnya membantu mempercepat siklus daur ulang nutrisi yang dibutuhkan tumbuhan dan satwa lain di kawasan pesisir. Seperti dilansir dari website ppepd.kemenlh.go.id, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menjelaskan bahwa mangrove merupakan benteng alami pesisir yang berfungsi melindungi pantai dari abrasi, menjadi tempat pemijahan berbagai jenis ikan, menyerap karbon, serta menopang kehidupan masyarakat pesisir.

Dengan demikian, keberadaan satwa seperti tembiluk turut mendukung kesehatan ekosistem mangrove yang memiliki nilai ekologis sangat tinggi.

Di sejumlah daerah pesisir Indonesia, seperti Kalimantan dan Papua, tembiluk bahkan dimanfaatkan sebagai bahan pangan. Sebagian masyarakat mengonsumsinya dalam keadaan segar maupun setelah diolah menjadi berbagai hidangan khas.

Kandungan protein yang cukup tinggi membuat tembiluk mulai dilirik sebagai salah satu sumber pangan lokal, meskipun penelitian mengenai kandungan gizinya masih terus berkembang.

Tembiluk mungkin belum sepopuler kepiting bakau atau kerang hijau. Namun, di balik bentuknya yang unik, satwa ini memiliki peran besar dalam menjaga keseimbangan alam.

Mengenal tembiluk sekaligus mengingatkan kita bahwa setiap organisme di ekosistem mangrove memiliki fungsi penting yang saling berkaitan. Melestarikan mangrove berarti ikut menjaga keberlangsungan tembiluk dan beragam kekayaan hayati pesisir Indonesia.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....