Bahaya Tidur dalam Mobil Dengan AC Tetap Menyala

  • 28 Jul 2026 07:36 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID,Surabaya – Kebiasaan tidur di dalam mobil dengan mesin dan AC tetap menyala saat beristirahat di perjalanan jauh masih sering dilakukan oleh sebagian masyarakat. Meski terasa nyaman, kebiasaan tersebut ternyata menyimpan risiko serius yang dapat mengancam keselamatan jiwa apabila tidak dilakukan dengan memperhatikan faktor keamanan kendaraan.

Hal itu disampaikan oleh pakar otomotif asal Surabaya, Dwi Gunawan, saat diwawancarai Pro1 melalui sambungan telepon, Senin 27 Juli 2026. Menurutnya, banyak pengendara memilih beristirahat di dalam mobil karena dianggap lebih praktis dan nyaman, terutama ketika menempuh perjalanan jarak jauh.

Dwi Gunawan menjelaskan bahwa salah satu ancaman terbesar adalah paparan gas karbon monoksida (CO), yaitu gas hasil pembakaran yang tidak berwarna, tidak berbau, dan sangat berbahaya bagi tubuh manusia. Gas tersebut dapat masuk ke dalam kabin apabila terjadi kebocoran pada sistem pembuangan atau ventilasi kendaraan yang tidak berfungsi dengan baik.

"Tidur di dalam mobil dengan AC tetap menyala memang terasa nyaman, tetapi masyarakat harus memahami bahwa ada risiko paparan karbon monoksida apabila sistem knalpot atau ventilasi kendaraan bermasalah. Risiko ini tidak boleh dianggap sepele," ujar Dwi Gunawan.

Ia mengatakan, karbon monoksida dapat mengurangi kemampuan darah membawa oksigen ke seluruh tubuh. Akibatnya, korban dapat mengalami sakit kepala, pusing, mengantuk, mual, kehilangan kesadaran, hingga meninggal dunia apabila terpapar dalam kadar yang tinggi.

"Yang paling berbahaya, keracunan karbon monoksida sering tidak menimbulkan rasa sesak napas atau kepanikan. Korban bisa kehilangan kesadaran tanpa menyadari bahwa dirinya sedang mengalami keracunan," jelasnya.

Dwi Gunawan juga mengingatkan masyarakat agar tidak tidur terlalu lama di dalam mobil dengan mesin menyala, terlebih ketika kendaraan berada di ruang tertutup seperti garasi. Menurutnya, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko penumpukan gas beracun yang membahayakan keselamatan.

Ia menambahkan, pemilik kendaraan sebaiknya rutin memeriksa kondisi knalpot, sistem pembuangan, serta ventilasi mobil agar tetap berfungsi dengan baik. "Pastikan kendaraan selalu dalam kondisi prima sebelum digunakan bepergian. Keselamatan harus menjadi prioritas utama agar perjalanan tetap nyaman dan terhindar dari risiko yang tidak diinginkan," ujarnya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....