Mengenal Taksidermi, Ketahui Fungsi dan Aturannya

  • 20 Jul 2026 12:19 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Istilah Taksidermi mungkin masih terdengar asing bagi sebagian masyarakat. Teknik ini kerap dijumpai di museum, laboratorium pendidikan, maupun lembaga konservasi.

Taksidermi merupakan teknik mengawetkan spesimen satwa agar tetap menyerupai bentuk aslinya ketika masih hidup. Prosesnya dilakukan dengan membersihkan dan mengawetkan kulit satwa, kemudian memasangnya pada rangka atau cetakan khusus sehingga menghasilkan spesimen yang dimanfaatkan sebagai media edukasi, penelitian, hingga koleksi museum.

Secara etimologis, istilah taksidermi berasal dari bahasa Yunani, yaitu taxis yang berarti "penataan" dan derma yang berarti "kulit". Teknik ini berfokus pada pengawetan kulit satwa yang kemudian dibentuk kembali agar menyerupai penampilan aslinya. Karena itu, taksidermi bukan sekadar karya seni, melainkan juga memiliki nilai ilmiah. Spesimen hasil taksidermi membantu peneliti, mahasiswa, hingga masyarakat mengenali bentuk anatomi dan karakteristik berbagai jenis satwa tanpa harus melihat hewan hidup secara langsung.

Di Indonesia, praktik taksidermi dalam konteks museum dan lembaga konservasi dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. Mengutip laman ksdae.menlhk.go.id, Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.31/Menhut-II/2012 tentang Lembaga Konservasi mengatur bahwa museum zoologi wajib memiliki koleksi spesimen satwa dalam keadaan mati serta tenaga ahli, termasuk tenaga taksidermi, sebagai bagian dari pengelolaan koleksi.

Ketentuan tersebut menunjukkan bahwa taksidermi merupakan keahlian yang mendukung fungsi edukasi, penelitian, dan konservasi di museum zoologi. Karena itu, pembuatan taksidermi tidak dapat dilakukan secara sembarangan, terutama apabila melibatkan satwa liar yang dilindungi.

Pengelolaan spesimen harus memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan serta dilakukan oleh tenaga yang memiliki kompetensi di bidangnya. Dalam dunia pendidikan, taksidermi menjadi media pembelajaran untuk mempelajari anatomi, morfologi, dan keanekaragaman satwa tanpa harus mengganggu populasi satwa di habitat alaminya.

Taksidermi di Indonesia diatur melalui berbagai ketentuan sehingga pemanfaatannya tetap memperhatikan aspek konservasi dan perlindungan satwa. Melalui koleksi taksidermi, masyarakat dapat mengenal kekayaan fauna Indonesia sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian keanekaragaman hayati.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....