BMKG: Cuaca Jawa Timur Didominasi Cerah, Waspadai Kabut dan Udara Kabur
- 13 Jul 2026 07:54 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Juanda memprakirakan sebagian besar wilayah Jawa Timur akan didominasi cuaca cerah hingga cerah berawan sepanjang Senin, 13 Juli 2026. Meski demikian, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kabut, asap, maupun udara kabur yang diperkirakan muncul pada waktu-waktu tertentu.
Berdasarkan prakiraan cuaca yang diterima rri.co.id, kondisi cuaca cerah diprakirakan terjadi sejak pagi hari di hampir seluruh wilayah Jawa Timur. Namun, di beberapa daerah masih terdapat peluang munculnya kabut atau asap, terutama pada kawasan dataran tinggi, wilayah pedesaan, serta daerah yang memiliki tingkat kelembapan udara tinggi.
Fenomena ini dapat menyebabkan jarak pandang berkurang sehingga berpotensi mengganggu aktivitas transportasi darat maupun penerbangan pada jam-jam awal. Memasuki siang hingga sore hari, cuaca diprakirakan berubah menjadi cerah berawan.
Selain itu, BMKG juga mengingatkan adanya potensi udara kabur di sejumlah wilayah. Pada malam hari, cuaca kembali diperkirakan cerah.
Namun, menjelang dini hari, peluang terbentuknya kabut atau asap kembali meningkat. Pengendara kendaraan bermotor, khususnya yang melintasi jalur antarkota, kawasan pegunungan, maupun daerah dengan vegetasi lebat, diimbau lebih berhati-hati dengan mengurangi kecepatan kendaraan dan menjaga jarak aman agar risiko kecelakaan akibat terbatasnya jarak pandang dapat diminimalkan.
BMKG mencatat suhu udara di Jawa Timur hari ini berkisar antara 10 hingga 33 derajat Celsius. Suhu terendah diperkirakan terjadi di kawasan dataran tinggi seperti wilayah pegunungan, sedangkan suhu tertinggi berpotensi dirasakan di kawasan pesisir dan daerah perkotaan pada siang hari.
Sementara itu, kelembapan udara diprakirakan berada pada kisaran 35 hingga 100 persen. Adapun angin bertiup dari arah Timur Laut dengan kecepatan antara 5 hingga 37 kilometer per jam, yang masih tergolong normal untuk periode musim kemarau.
Secara klimatologis, sebagian besar wilayah Jawa Timur kini telah memasuki musim kemarau. Pada periode ini, curah hujan cenderung menurun dan cuaca cerah lebih sering mendominasi.
Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk tidak mengabaikan perubahan cuaca yang dapat terjadi secara lokal akibat dinamika atmosfer. Selain itu, kondisi cuaca yang kering juga meningkatkan risiko kebakaran lahan maupun kebakaran akibat kelalaian manusia. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tidak melakukan pembakaran sampah atau lahan secara sembarangan.
BMKG menegaskan bahwa prakiraan cuaca bersifat dinamis dan dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi atmosfer. Oleh sebab itu, masyarakat diimbau untuk terus mengikuti informasi resmi yang disampaikan BMKG sebagai acuan dalam merencanakan berbagai aktivitas sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....