Tak Hanya Nikmat, ternyata Kopi Robusta Jadi Bahan Alami untuk Terapi Infeksi Gigi

  • 29 Jun 2026 06:42 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya -

Kopi tidak lagi sekadar menjadi teman setia saat bekerja atau pembangkit mood di pagi hari. Riset terbaru dari dunia kedokteran gigi mengungkap potensi luar biasa biji kopi robusta (Coffea canephora) sebagai agen terapi alami untuk mengatasi infeksi gigi, khususnya peri-implantitis.

Peri-implantitis sendiri merupakan kondisi peradangan pada jaringan sekitar implan gigi yang disebabkan oleh infeksi bakteri, terutama Porphyromonas gingivalis.

Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan hilangnya tulang penyangga hingga kegagalan implan.

Dosen dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga Ratri Maya Sitalaksmi mengatakan bahwa kopi robusta mengandung senyawa bioaktif yang kaya, seperti polifenol, flavonoid, tanin, kafein, dan asam klorogenat.

"Senyawa-senyawa ini memiliki aktivitas antibakteri dan antioksidan yang kuat. Melalui penelitian kami, ekstrak kopi robusta dalam bentuk gel terbukti mampu menghambat pertumbuhan bakteri Porphyromonas gingivalis, terutama pada konsentrasi 25 persen ke atas," ujar drg. Ratri, dikutip dari laman resmi UNAIR, Minggu, 28 Juni 2026.

Lebih lanjut, Ratri menjelaskan bahwa studi molecular docking menunjukkan asam klorogenat dalam kopi robusta memiliki potensi menghambat enzim COX-2, yang merupakan kunci dalam proses peradangan.

Selain itu, uji toksisitas menunjukkan ekstrak ini relatif aman, membuka peluang besar untuk dikembangkan menjadi agen terapi medis yang lebih ramah lingkungan dan menekan ketergantungan pada antibiotik sintetis.

Penelitian ini menggunakan pendekatan komprehensif, mulai dari uji fitokimia, uji aktivitas antioksidan, hingga analisis in silico. Meskipun saat ini masih dalam tahap laboratorium, temuan ini menjadi angin segar bagi dunia kedokteran gigi.

"Penggunaan bahan herbal lokal seperti kopi robusta dapat menjadi alternatif pendukung yang efektif untuk menekan risiko resistensi antibiotik. Tentu, penelitian lanjutan seperti uji in vivo dan uji klinis pada manusia tetap diperlukan untuk memastikan efektivitas serta keamanan penuh dalam praktik klinis kedokteran gigi," tambah Ratri.

Kopi: Dari Cangkir ke Dunia Medis

Kabar ini mengejutkan sekaligus menggembirakan bagi para penikmat kopi, salah satunya adalah Abbas, seorang penggiat kopi yang terbiasa mengonsumsi dua gelas kopi setiap harinya.

"Selama ini saya tahu kopi untuk membangkitkan mood dan rasanya enak, bahkan pernah dengar manfaatnya untuk jantung. Namun, baru kali ini saya tahu kopi ternyata punya potensi medis untuk mengatasi infeksi gigi. Ini temuan yang sangat menarik," ujar Abbas.

Penelitian ini menandai babak baru bagi komoditas kopi Indonesia. Jika riset ini terus berkembang, kopi robusta tidak hanya akan dinikmati sebagai minuman, tetapi juga berpotensi menjadi bagian dari inovasi biomaterial masa depan yang memberikan manfaat kesehatan lebih luas bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....