Sinau Basa Jawa Kupas Ater-Ater 'A' lan 'Ma'

  • 11 Jun 2026 18:45 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Program Sinau Basa Jawa yang disiarkan pada Kamis, 11 Juni 2026, membahas penggunaan ater-ater "A" lan "Ma" dalam bahasa Jawa. Materi tersebut disampaikan oleh Rahmad Budi Utomo, Ketua DPW Persatuan Pambiwara Indonesia (PEPARI) Jawa Timur, yang akrab dipanggil Budi.

Dalam kesempatan tersebut, Budi menjelaskan bahwa ater-ater merupakan salah satu unsur penting dalam tata bahasa Jawa. Penggunaan ater-ater tidak hanya berfungsi membentuk kata, tetapi juga dapat memperindah susunan bahasa, terutama dalam karya sastra dan pedalangan.

Menurutnya, ater-ater 'A' dan 'Ma' banyak ditemukan dalam bahasa Jawa klasik yang digunakan dalam tembang, geguritan, maupun lakon pewayangan. Penggunaan kedua ater-ater tersebut memberikan nuansa bahasa yang lebih halus dan artistik sehingga sering dimanfaatkan dalam karya sastra Jawa.

Budi mengatakan, "Ater-ater 'A' lan 'Ma' biasane digunakake kanggo memperindah basa, utamane ing karya sastra lan pedalangan." Ia menambahkan bahwa keberadaan ater-ater tersebut menjadi salah satu kekayaan bahasa Jawa yang perlu dipahami dan dilestarikan.

Sebagai contoh, ater-ater "A" dapat digunakan pada kata kerja. Budi menjelaskan penggunaan kalimat "Bapak asarung batik" yang memiliki makna "Bapak nganggo sarung batik". Bentuk tersebut lazim ditemukan dalam bahasa sastra karena memberikan kesan bahasa yang lebih indah dan bernilai artistik.

Sementara itu, ater-ater 'Ma' dapat ditemukan pada kata bilangan. Salah satu contohnya adalah kata " mayuta" yang berarti berjuta-juta. Dalam bahasa Jawa sehari-hari, makna tersebut dapat diungkapkan dengan frasa "pirang-pirang yuta", namun dalam bahasa sastra digunakan bentuk yang lebih ringkas dan estetis, yakni "mayuta".

Dalam dunia pedalangan, penggunaan ater-ater 'A' dan 'Ma' sering dijumpai pada dialog maupun narasi yang disampaikan dalang. Selain memperkuat makna, bentuk bahasa tersebut juga membantu menciptakan suasana yang lebih khas dan bernilai sastra tinggi.

Melalui materi ini, pendengar diajak untuk lebih mengenal kekayaan tata bahasa Jawa yang diwariskan secara turun-temurun. Dengan memahami fungsi dan penggunaan ater-ater 'A' lan 'Ma' , masyarakat diharapkan semakin mampu menjaga serta melestarikan bahasa Jawa sebagai bagian dari warisan budaya bangsa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....