Ableism Picu Diskriminasi terhadap Penyandang Disabilitas Masih Terjadi
- 04 Jun 2026 21:28 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Ableism merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan sikap, tindakan, atau pandangan yang mendiskriminasi penyandang disabilitas. Fenomena ini dapat terjadi secara sadar maupun tidak sadar dalam kehidupan sehari-hari. Bentuknya beragam, mulai dari stereotip, perlakuan tidak adil, hingga terbatasnya akses bagi penyandang disabilitas.
Dilansir dari World Health Organization (WHO), penyandang disabilitas masih menghadapi berbagai hambatan dalam memperoleh layanan kesehatan, pendidikan, pekerjaan, dan partisipasi sosial. Hambatan tersebut tidak hanya berasal dari kondisi fisik, tetapi juga dari lingkungan dan sikap masyarakat. Karena itu, diskriminasi menjadi salah satu tantangan besar yang perlu diatasi secara bersama.
Ableism sering muncul dalam bentuk anggapan bahwa penyandang disabilitas tidak mampu melakukan aktivitas tertentu. Pandangan tersebut dapat membuat seseorang diremehkan atau tidak diberi kesempatan yang sama. Padahal, kemampuan setiap individu sangat beragam dan tidak dapat dinilai hanya dari kondisi fisiknya.
Di lingkungan kerja, ableism dapat terlihat ketika penyandang disabilitas sulit mendapatkan kesempatan kerja meskipun memiliki kompetensi yang memadai. Beberapa perusahaan juga belum menyediakan fasilitas yang ramah disabilitas. Akibatnya, banyak individu yang menghadapi hambatan dalam mengembangkan karier mereka.
Fenomena serupa juga dapat ditemukan di dunia pendidikan. Sebagian penyandang disabilitas masih mengalami kesulitan mengakses fasilitas belajar yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Kurangnya sarana pendukung dapat menghambat proses belajar dan partisipasi di lingkungan sekolah maupun perguruan tinggi.
Dilansir dari United Nations, upaya menciptakan masyarakat yang inklusif memerlukan penghapusan stigma dan diskriminasi terhadap penyandang disabilitas. Organisasi internasional tersebut menekankan pentingnya kesetaraan hak dan kesempatan bagi semua orang. Langkah tersebut juga sejalan dengan prinsip hak asasi manusia yang berlaku secara universal.
Para pemerhati disabilitas menilai edukasi menjadi salah satu cara penting untuk mengurangi praktik ableism. Pemahaman yang lebih baik dapat membantu masyarakat menghargai keberagaman kemampuan yang dimiliki setiap individu. Selain itu, penggunaan bahasa yang lebih inklusif juga dinilai dapat mengurangi stereotip negatif.
Meningkatkan aksesibilitas dan kesempatan yang setara menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan yang ramah bagi penyandang disabilitas. Dukungan dari pemerintah, institusi pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat diperlukan untuk mewujudkan tujuan tersebut.
Dengan langkah yang tepat, penyandang disabilitas dapat berpartisipasi secara penuh dalam berbagai aspek kehidupan tanpa menghadapi diskriminasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....