ACFFEST KP: Gaungkan Nilai Integritas lewat Film Inspiratif
- 26 Mei 2026 13:41 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya — Praktik korupsi hingga kini masih menjadi persoalan serius di Indonesia. Tidak hanya terjadi dalam skala besar, tindakan yang melanggar integritas juga kerap ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari budaya titip absen, pungutan liar, penyalahgunaan fasilitas, hingga kebiasaan memberi atau menerima sesuatu demi kepentingan tertentu. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan korupsi bukan sekadar masalah hukum, tetapi juga berkaitan dengan budaya dan pola pikir masyarakat.
Dalam dialog Momen Inspirasi (Momins), Selasa, 26 Mei 2026, Koordinator Program ACFFEST KPK RI (Anti-Corruption Film Festival), Epi Handayani, menjelaskan bahwa film memiliki kekuatan untuk membangun kesadaran publik mengenai pentingnya integritas dalam kehidupan sehari-hari.
"Di tengah tantangan tersebut, edukasi antikorupsi dinilai perlu dilakukan dengan pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat, khususnya generasi muda. Salah satu cara yang efektif adalah melalui media kreatif seperti film, karena mampu menyampaikan pesan secara emosional, ringan, namun tetap bermakna," ujarnya.
Menurutnya, pemberantasan korupsi tidak bisa hanya mengandalkan penegakan hukum, tetapi juga harus dibarengi dengan pendidikan karakter dan perubahan budaya sejak dini. Karena itu, ACFFEST hadir sebagai ruang kreatif yang mengajak masyarakat untuk memahami isu antikorupsi melalui karya visual dan cerita yang dekat dengan realitas sosial.
“Film dapat menjadi media refleksi masyarakat. Melalui cerita yang ditampilkan, publik bisa melihat bahwa tindakan kecil yang dianggap biasa sebenarnya dapat menjadi bagian dari perilaku tidak berintegritas,” katanya.
Epi menjelaskan, ACFFEST tidak hanya menjadi festival film semata, tetapi juga wadah edukasi dan kolaborasi bagi sineas muda, pelajar, mahasiswa, komunitas kreatif, hingga masyarakat umum untuk ikut menyuarakan nilai-nilai antikorupsi.
"Program ini membuka kesempatan bagi generasi muda untuk menyampaikan gagasan mereka melalui karya film pendek, dokumenter, maupun kampanye kreatif digital," ujarnya.
Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam membangun budaya antikorupsi di masa depan. Namun, tantangan yang dihadapi saat ini adalah masih adanya anggapan bahwa korupsi hanya berkaitan dengan kasus besar di pemerintahan, padahal perilaku tidak jujur dalam kehidupan sehari-hari juga menjadi bibit korupsi.
Karena itu, Epi mengatakan ACFFEST berupaya menghadirkan pendekatan yang lebih relevan dengan kehidupan anak muda melalui diskusi film, workshop kreatif, pemutaran film edukatif, hingga kampanye digital yang melibatkan komunitas dari berbagai daerah di Indonesia.
“Ketika pesan integritas dikemas secara kreatif dan dekat dengan kehidupan masyarakat, maka nilai tersebut akan lebih mudah diterima dan dipahami,” ucapnya.
Selain menjadi sarana edukasi, ACFFEST juga diharapkan mampu melahirkan karya-karya kreatif yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pesan sosial kepada masyarakat. Epi menilai bahwa dunia kreatif memiliki pengaruh besar dalam membentuk opini publik dan membangun kesadaran sosial. Kehadiran ACFFEST diharapkan mampu menjadi pengingat bahwa pemberantasan korupsi bukan hanya tugas lembaga penegak hukum, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....